Waqaf

Posted on

Pengertian Waqaf Lengkap dengan Jenis, Tanda dan Contoh agar mudah dipahami oleh pemula yang baru belajar.

Bagi Anda yang tidak memahami tanda wakaf atau waqof dalam Alquran dan maknanya, berikut ini adalah ringkasan dari tanda waqof dalam Alquran dan makna yang perlu Anda pahami agar bacaan Al Quran Anda menjadi lebih baik dan benar.

Saat membaca Alquran, ada aturan yang harus dipatuhi agar ibadah bisa berpahala dengan sempurna. Ini termasuk pemeliharaan perilaku, penerapan hukum pembacaan yang benar, membaca dengan Tartil, wakaf dalam kalimat yang benar dan banyak lainnya.

Berbicara tentang waqof, ketika Anda melihatnya dalam bahasa waqof, berarti menahan atau berhenti. dan Pengertian waqof menurut harfiah, wakaf ialah berhenti membaca sejenak, ketika bunyi di akhir kata dibuat untuk bernafas untuk menghubungkan kembali bacaan.

Sedangkan dalam pengertian istilahnya berarti menghentikan sejenak bacaan Alquran dengan tujuan untuk bernafas, disertai dengan niat untuk melanjutkan membaca.

Selain wakof ada juga Wasal. Wasal artinya dibaca atau dilanjutkan. Membaca Alquran dengan wasal berarti bahwa dengan tanda baca Wasal, cara mmebacanya diteruskan atau disambung dengan kalimat berikutnya. tanda wakaf dan wasal ini sering disebut sebagai tanda-tanda wakaf.

waqaf

Pengertian Waqaf

Berasal dari bahasa Arab “Wakaf”, yang berarti berhenti, memegang atau diam.

Sementara wakof dari istilah Tajwid berhenti sejenak untuk membaca atau memisahkan dan mengubah nafas di akhir atau di tengah ayat. Dalam aplikasi ini waqaf disesuaikan dengan tanda-tanda tertentu.

Sedangkan, pengertian waqof menurut harfiah, wakof ialah berhenti membaca sejenak, ketika bunyi di akhir kata dibuat untuk bernafas untuk menghubungkan kembali bacaan.

Baca Juga :  Hukum Lam Ta’rif dan Lam Fi’il Beserta Contoh

Jenis-jenis wakof dalam Alquran

  1. Waqof Taamm ialah waqaf yang sempurna yang berhenti membaca dengan kata-kata yang sempurna, tidak berhenti di tengah-tengah kata-kata, dan tidak mempengaruhi makna dan arti kata-kata, karena itu tidak ada hubungannya dengan ayat sebelumnya atau berikutnya;
  2. Waqof kaaf ialah waqaf yang cukup untuk menghentikan kata dengan makna yang sempurna dan tidak berhenti di tengah kata atau bacaan. Namun, bacaan masih memiliki hubungan makna untuk kata-kata sesudahnya.
  3. Waqof Hasan ialah waqaf yang baik yang harus berhenti sejenak pada bacaan sempurna atau kata yang sempurna tanpa mempengaruhi arti atau makna. Namun, bacaan tersebut masih memiliki arti untuk kata-kata sesudahnya.
  4. Waqof Qabiih ialah wakaf yang buruk yang seharusnya berhenti pada kata yang tidak lengkap atau bacaan yang tidak sempurna, di tengah-tengah kata atau ayat. Waqaf jenis ini harus dihindari, karena bacaan tersebut masih berhubungan dengan bacaan sebelumnya baik makna maupun lafadznya. Jadi makna kata itu bisa dirusak.

Tanda Waqaf

  • Waqof La Washal. Waqaf ‘La’ berarti “tidak bisa berhenti”. Jika ada tanda waqof di tengah ayat ini, itu tidak harus berhenti. Namun, jika tanda waqaf ini ada di akhir ayat maka diperbolehkan berhenti. Contoh terdapat dalam surah An-Nahl ayat 32.
  • Tanda ‘Mim’ juga disebut Waqof Lazim. Ini akan berhenti di akhir kalimat yang sempurna. Wakof Lazim juga disebut waqaf taamm atau sempurna karena waqaf terjadi setelah kalimat sempurna dan kemudian tidak memiliki hubungan dengan kalimat setelahnya. Tanda Mim mempunyai kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, tetapi berbeda jauh dalam fungsi dan tujuannya. Misalnya, wakaf lazim terddapat dalam Surat Al-An’aam ayat 20.
  • Tanda Sad juga disebut Waqaf Murakhkhas. Ini menunjukkan bahwa lebih baik tidak berhenti tetapi boleh berhenti dalam keadaan darurat tanpa mengubah artinya. Perbedaan antara hukum tanda Zha dan Sad terletak pada fungsinya, dengan kata lain, lebih diperbolehkan untuk berhenti pada Waqaf Sad.
  • Tanda sad-lam-ya adalah singkatan untuk “Al-wasl Awlaa”.Yang artinya wasal dan meneruskan bacaan ialah lebih baik, oleh karena itu melanjutkan bacaan tanpa mewaqafkannya lebih baik.
  • Tanda qaf adalah singkatan dari Qeela alayhil waqf, yang berarti dihentikan pada wakaf sebelumnya. Oleh karena itu disarankan untuk terus membaca, meskipun dapat diwaqafkan.
  • Tanda sad-lam adalah singkatan untuk Qad yoosalu, yang berarti kadang-kadang bisa diwashalkan, jadi lebih baik berhenti walau kadang-kadang boleh diwashalkan.
  • Tanda qif berarti berhenti. lebih penting untuk berhenti. Penanda ini biasanya muncul dalam kalimat yang biasanya terus dibaca pembaca tanpa henti.
  • Tanda sin atau saktah yang berarti berhenti tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca harus berhenti sejenak tanpa mengambil nafas untuk melanjutkan membaca.
  • Tanda La berarti Jangan berhenti. Tanda-tanda ini kadang-kadang muncul di akhir atau di tengah ayat. Jika muncul di tengah ayat, itu tidak boleh berhenti dan jika di akhir ayat, pembaca boleh berhenti atau tidak.
  • Tanda kaf adalah singkatan untuk Kathaalik dan berarti serupa. Dengan kata lain, makna wakaf ini mirip dengan wakaf sebelumnya ada.
  • Tanda tiga cabang disebut Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta’anuq atau terikat. Wakaf ini akan muncul dua kali di mana-mana. Untuk membacanya, berhentilah di salah satu dari tanda-tanda ini. Jika Anda berhenti di tanda pertama, Anda tidak harus berhenti di tanda kedua dan sebaliknya.
  • Tanda waqfah artinya sama dengan wakaf Saktah tetapi harus berhenti lebih lama tanpa mengambil nafas.
  • Tanda waqfa adalah tanda Waqaf Mutlaq dan harus berhenti.
  • Tanda tho ialah Waqaf Jaiz. Bisa berhenti dan bisa dilanjutkan.
  • Tanda Zha berarti lebih baik tidak berhenti.