Tauhid Uluhiyah

Posted on

Tauhid Uluhiyah (tauhid ibadah) adalah konsekuensi dari tauhid rububiyah. Hakikat tauhid uluhiyah yaitu meng-Esakan Alloh SWT dalam beribadah. Berikut ini akan kami jelaskan secara detail tentang tauhid uluhiyah berdasarkan Firman Alloh da pendapat para ulama.

Tauhid Uluhiyah Adalah

Tauhid uluhiyah adalah Menunjukan segala bentuk ibadah hanya kepadaNya, dan meninggalkan sesembahan selainNya. Ibadah itu sendiri harus dibangun atas dasar cinta dan peng-Agungan kepadaNya.

tauhid uluhiyah
tauhid uluhiyah

Penjelasan Ulama Tentang Tauhid Uluhiyah

Syaikh Shalih bin Abdul Aziz alu Syaikh menjelaskan bahwasanya kata uluhiyah memiliki asal kata dari alaha – ya’lahu – ilahah – uluhah yang memiliki makna ‘menyembah dengan disertai rasa cinta dan pengagungan’.

Sehingga kata ta’alluh diartikan sebagai penyembahan yang disertai kecintaan dan pengagungan.

Tauhid uluhiyah adalah intisari ajaran Islam. Tauhid uluhiyah yang menjadi intisari dakwah para Nabi dan Rosul dan muatan pokok seluruh kitab suci yang diturunkan Alloh SWT ke muka bumi.

Alloh SWT berfirman

QS an Nahl ayat 36

Artinya :
“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang berseru: Sembahlah Alloh dan jauhilah thaghut/sesembahan selain Alloh.” (QS an Nahl ayat 36).

QS al Anbiyaa ayat 25

Artinya :
Dan tidaklah Kami mengutus kepada seorang Rosul pun sebelum kami (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan (yang benar) kecuali Aku, oleh sebab itu sembahlah Aku saja.” (QS al Anbiyaa ayat 25)

Kamilah al-Kiwari hafizhahallahu berkata :

“Makna tauhid uluhiyah yaitu mengesakan Alloh SWT dalam beribadah, dalam ketundukan danjuga ketaatan secara mutlak.

Oleh sebab itu tidak di ibadahi kecuali Alloh semata dan tidak boleh dipersekutukan denganNya sesuatu apapun baik yang ada di bumi da juga di langit.

Contoh : menyembah dengan menginginkan surga atau karena takut pada neraka. Jika surga dan neraka tidak ada, masih kah kita menyembahNya ?

Orang orang musyrik arab pada jaman dahulu pun sudah mengakui hal ini, tetapi ternyata hal itu belum memasukkan mereka ke dalam Islam. Hal itu disebakan mereka mempersekutukan Alloh dengan sesembahan lain

Baca Juga :  Umrah : Pengertian , Syarat , Rukun , Doa dan Tata Cara Umroh

Baca juga :

Definisi Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah bisa didefinisikan sebagai:

meng-Esakan Alloh dengan perbuatan hamba. Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafizhahullah berkata, “Tauhid uluhiyah yaitu mengesakan Alloh dengan perbuatan-perbuatan hamba, seperti misalnya dalam hal doa, istighotsah/memohon keselamatan, isti’adzah (meminta perlindungan), bernadzar, dan lain sebagainya.

Itu semuanya wajib ditujukan oleh hamba terhadap Alloh semata dan tidak mempersekutukan Nya dalam hal ibadah dengan sesuatu apapun.”

Dari sini juga, bisa dipahami bahwa makna yang benar dari kalimat tauhid laa ilaha illallahadalah tidak ada sesembahan yang benar selain Alloh (laa ma’buda haqqun illallah).

Alloh SWT berfirman

QS al Hajj ayat 62

Artinya :
“Yang demikian itu, karena Alloh adalah al-Haq (sesembahan) yang benar, adapun segala yang mereka seru (sembah) selainNya adalah batil.” (QS al Hajj ayat 62)

QS Al Baqarah ayat 163

Artinya :
“Dan ilah (sesembahan) kalian adalah ilah yang satu saja. Tidak ada ilah yang benar selain Dia. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS Al Baqarah ayat 163).

Oleh sebab itu orang-orang musyrik saat mendengar dakwah Nabi SAW kepada kalimat laa ilaha illallah maka mereka pun berkata (yang artinya),“Apakah dia (Muhammad) akan menjadikan ilah ilah itu menjadi satu ilah saja?

Sungguh, ini merupakan perkara yang amat mengherankan.” (QS. Shaad: 5).

Contoh Tauhid Uluhiyah

Berikut adalah contoh penyimpangan Tauhid Uluhiyah

Contoh penyimpangan uluhiyah di antaranya saat seseorang mengalami musibah di mana ia berharap bisa terlepas dari musibah itu. Lalu orang itu datang kepada seorang dukun

Ia meminta di tempat itu supaya penghuni tempat itu atau sang dukun bisa melepaskannya dari musibah yang sedang menimpanya. Ia berharap dan takut jika tidak terpenuhi keinginannya.

Baca Juga :  Niat Sholat Tahajud

Nasihat Ibnul Qoyyim

Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa:

“Kesyirikan merupakan penghancur tauhid rububiyah dan pelecehan pada tauhid uluhiyyah, dan berburuk sangka terhadap Alloh SWT.

Demikianlah penjelasan yang bisa kami sampaikan, Semoga bermanfaat dan kita semua dibebaskan dari berbagai macam syirik baik syirik yang terlihat dan syirik yang tak terlihat