Tauhid Rububiyah

Posted on

Tauhid Rububiyah – berarti men-Tauhidkan segala apa yang dilakukan Alloh SWT, baik mencipta, memberi rizki, menghidupkan dan juga mematikan, serta bahwasanya Dia adalah Raja, Penguasa, dan Yang mengatur alam beserta isinya. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai pengertian tauhid rububiyah

tauhid rububiyah
tauhid rububiyah

Makna Tauhid Rububiyah

Maknanya yaitu menyakini bahwa Alloh SWT adalah Dzat yang menciptakan, mematikan, menghidupkan, memberi rizki, serta mendatangkan segala mamfaat dan juga menolak segala mudharat.

Dzat yang mengawasi, penguasa, mengatur, pemilik hukum dari segala sesuatu yang menunjukkan bahwakekuasaan tunggal bagi Alloh SWT.

Dari sini, seorang mukmin wajib meyakini bahwa tidak ada seorangpun dan sesuatu pun yang menandingi Alloh di dalam hal ini.

Alloh SWT berfirman dalam surat Al Ikhlas

Al ikhlas
Al ikhlas

Artinya :
“’Katakanlah!’
Dialah Alloh yang Maha Esa.
Alloh adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya sgala sesuatu.
Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.”
(QS. Al Ikhlash: 1-4)

Konsekuensi Tauhid Rububiyah

Maka saat seseorang meyakini bahwa selain Alloh SWT ada yang mempunyai kemampuan melakukan seperti di atas, berarti orang itu sudah mendzalimi Alloh dan menyekutukanNya dengan selainNya.

Sikap Jahiliyah dalam Tauhid Rububiyah

Dalam masalah rububiyah Alloh sebagian orang kafir jahiliyah tak mengingkarinya sedikitpun dan bahkan mereka meyakini bahwa yang bisa melakukan demikian hanyalah Alloh semata.

Mereka tak menyakini bahwa yang selama ini mereka sembah dan agungkan bisa melakukan hal yang demikian itu.

Lalu tujuan mereka menyembah Tuhan yang banyak itu apa ? Apakah mereka tidak mengetahui jika ‘tuhan-tuhan’ mereka itu tidak mapu berbuat apa apa?
Dan apa yang mereka ingin dari sesembahan tersebut ?

Baca Juga :  Tayammum

Firman Allah SWT :

Baca juga :

 

Berdasarkan Keterangan Al-Qur’an

Allah SWT berfirman:

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Artinya :
“Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Alloh.
Mahasuci Alloh, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۚ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ

Artinya :
“…Yang (berbuat) demikian itu adalah Alloh Rabbmu, milikNyalah kerajaan.
Dan orang orang yang kamu seru (sembah) selain Alloh, tiada mempunyai apa apa walaupun setipis kulit ari.” [Faathir: 13]

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ

Artinya :
“Alloh yang menciptakan segala sesuatu.” [Az-Zumar: 62]

Bahwasanya hanya Dia yag memberi rizki bagi setiap manusia, binatang dan juga makhluk lainnya. Allah SWT berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

Artinya :
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” [Huud: 6]

Dan bahwasanya Dia merupakan Penguasa alam dan Pengatur semesta, Dia yang mengangkat dan juga menurunkan, Dia yang memuliakan dan juga menghinakan, Mahakuasa atas segala sesuatu, Pengatur siang dan malam.

Alloh menyatakan tentang keesaanNya dalam RububiyyahNya atas segala alam semesta.

Alloh SWT berfirman

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya :
“Segala puji bagi Allah Rabb (Penguasa) semesta alam.” [Al-Faatihah :2]

Alloh menciptakan seluruh makhlukNya di atas fitrah pengakuan kepada Rububiyyah-Nya. Bahkan orang orang musyrik yang menyekutukan Alloh dalam ibadah pun mengakui bahwa keesaan dan sifat Rububiyyah-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT:

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ

Artinya :
“Katakanlah, ‘Siapakah Rabb langit yang tujuh dan Rabb ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Alloh.
’ Katakanlah , ‘Maka mengapa kamu tidak bertaqwa?
’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tanganNya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi dan tidak ada yang dapat dilindungi dariNya, jika kamu mengetahui?
’ Mereka menjawab, ‘Kepunyaan Alloh.
’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian) maka dari jalan manakah kamu ditipu?
[Al-Mu’-minun: 86-89]

Kesimpulan Umum

Demikianlah Alloh SWT menjelaskan keyakinan mereka kepada tauhid Rububiyah Alloh. Keyakinan mereka yang begitu tidak menyebabkan mereka masuk dalam Islam

Baca Juga :  Teori Permintaan Dalam Islam dan Paradigma Konsumsi Islami

Makanya, jika kita melihat pada kenyataan yang terjadi di tengah kaum muslimin, kita sadari betapa banyak dan besar kerusakan akidah yang melanda saudara kita.

Banyak yang menyakini bahwa selain Alloh, ada yang mampu menolak mudharat dan mendatangkan manfa’at, meluluskan ujian, memberikan keberhasilan usaha, dan juga menyembuhkan penyakit. Semua perbuatan dan juga keyakinan ini, merupakan keyakinan yang rusak dan bentuk kesyirikan kepada Alloh SWT.

Renungan

Ringkasnya, tidak ada yang mampu memberi rizki, menyembuhkan penyakit, menolak marabahaya, memberikan manfaat, membahagiakan, menyengsarakan, menjadikan seseorang miskin dan kaya, yang menghidupkan, yang mematikan, yang meluluskan seseorang dari segala macam ujian, yang menaikkan dan menurunkan pangkat dan jabatan seseorang, kecuali Alloh SWT.

Semuanya ini menuntut kita supaya kita hanya meminta kepada Alloh semata dan tidak kepada selain-Nya.

Demikialah penjelasan mengenai tauhid rububiyah, Semoga bermafaat dan kita dijauhka dari syirik yang terlihat maupun yang nyaris tak terlihat aamiin