Tata Cara Sholat Istikharah

Posted on

Pada kali ini kita akan membahas makalah atau materi tentang tata cara sholat istikharah yang meliputi niat, bacaan dan doanya menurut sunnah

tata cara sholat istikharah

Dalil Atau Rujukan Tentang Sholat Istikharah

Sholat istikharah merupakan sholat sunnah berjumlah 2 rakaat yang sudah dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk memperkuat sunnah yang telah dikerjakan.

Tadinya, penduduk jahiliyah melaksanakan istikharah dengan memakai azlam ( undian ).

Tetapi Allah melarang metode tersebut serta mengubahnya dengan sholat istikharah sehabis mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah utusan Allah 

Menimpa dalil sholat istikharah, hadits Shahih Bukhari menarangkan:

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu‘ anhuma, beliau mengatakan kalau Rasulullah SAW mengarahkan kami metode mengerjakan sholat istikharah dalam seluruh urusan, sebagaimana dia mengarahkan kami dengan Alquran.

Rasulullah bersabda:” Bila salah seseorang di antara kamu hendak melaksanakan sesuatu, hendaklah terlebih dulu mengerjakan sholat 2 rakaat tidak hanya sholat fardlu…”

( HR. Ahmad, Al- Bukhari, Ibn Hibban, Al- Baihaqi )

Ini lah Waktu Sholat Istikharah

tata cara sholat istikharah

Waktu sholat istikharah menjajaki waktu dari sholat sunnah yang sudah dikerjakan. Maksudnya, sholat istikharah tidak mempunyai batas tertentu buat waktu penerapannya.

Tetapi, bila dikerjakan dengan sendiri dan niat khusus sholat istikharah,hendaknya tidak melaksanakannya pada waktu- waktu di mana sholat sunnah dilarang untuk dikerjakan.

Walaupun demikian terdapat anjuran untuk melaksanakannya di waktu sepertiga malam, bertepatan dengan penerapan sholat tahajud.

Dalam hadits dikatakan bila jumlah rakaat dalam sholat istikharah merupakan 2 rakaat. Ada pula 2 rakaat tersebut dapat berdiri sendiri dengan niat khusu sholat istikharah, ataupun digabung dengan niat yang lain semacam sholat sunnah rawatib.

Baca Juga :  Zakat : Jenis, Hukum, Ketentuan, Beserta Dalil Al_Qur'an dan Haditsnya

Apakah Niat sholat istikharah itu ?

Bila mau sholat istikharah jika sudah mantap, lalu mengucapkan niat. Niat sholat istikharah merupakan sebagai berikut:

USSHOLLI SUNNATAN ISTIKHOROTI RAK’ ATAINI LILLAHI TA’ ALA

Artinya : Sengaja aku sholat sunnah istikharah 2 rakaat sebab karena Allah Ta’ ala

Tetapi, niat itu sesungguhnya berada di dalam hati, 

ANIATU FII QOLBII MUKTARINAN FI’LIHI

” Niat itu di dalam hati dibarengi dengan pekerjaan “

Jadi ketika kita mengucapkan takbir Allah… sepanjang 16 harokat maka dibarengi dengan hati berucap niat ” Sengaja aku sholat sunnah istikharah 2 rakaat sebab karena Allahu ta”ala “. Hu Akbar..

sulit mungkin yang baru mengerjakannya tetapi perlahan dicoba terus akan menjadi lancar.

Dan juga memperkenalkan niat sholat istikharah di hati wajib diiringi dengan rasa pengharapan serta menyerahkan atas seluruh urusan cuma kepada Allah semata.

Bagaimanakah tata cara sholat istikharah

tata cara sholat istikharah

Nah diterangkan oleh Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq yaitu, sholat istikharah boleh berbentuk sholat sunnah apa saja. Baik sholat sunnah rawatib, sholat sunnah tahiyatul masjid, ataupun sholat sunnah yang lain.

Maka kita melaksanakan sholat sunnah istikharah membaca niat dan doa yang telah disunnahkan oleh nabi muhammad Shalallahu alaihi wasallam dan dibarengi dengan niat atau keinginan kita.

Sayyid Sabiq juga tidak mengatakan terdapatnya surah khusus dalam tata cara sholat istikharah ini. Jadi, dalam tata metode sholat istikharah ini, sehabis membaca surah (AL) Fatihah, boleh membaca surah apa saja yang sekiranya sudah hafal dengan lancar dan baik.

Dan Syaikh Wahbah az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu mempunyai komentar lain soal tata metode sholat istikharah.

Bagi Syaikh Wahbah disunnahkan membaca surah (AL) Kafirun sehabis membaca surah (AL) Fatihah pada rakaat awal.

Baca Juga :  Talbiyah

Sehabis itu membaca surah (AL) Ikhlas sehabis membaca surah (AL) Fatihah pada rakaat kedua.

Berikut ini tata metode sholat istikharah jika kalian mencoba secara berdiri sendiri dengan niat sholat istikharah:

  • Niat
  • Takbiratul ihram, diiringi dengan doa iftitah
  • Membaca pesan Angkatan laut(AL) Fatihah
  • Membaca pesan dari Alquran, diutamakan Pesan Angkatan laut(AL) Kafirun
  • Ruku’ dengan tuma’ ninah
  • I’ tidal dengan tuma’ ninah
  • Sujud dengan tuma’ ninah
  • Duduk di antara 2 sujud dengan tuma’ ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ ninah
  • Berdiri lagi buat menunaikan rakaat kedua
  • Membaca pesan Angkatan laut(AL) Fatihah
  • Membaca pesan dari Alquran, diutamakan Pesan Angkatan laut(AL) Ikhlas
  • Ruku’ dengan tuma’ ninah
  • I’ tidal dengan tuma’ ninah
  • Sujud dengan tuma’ ninah
  • Duduk di antara 2 sujud dengan tuma’ ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ ninah
  • Salam

Setelah itu selanjutnya membaca doa istikharah yaitu doa yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Doa shalat istikharah

Sehabis melaksanakan sholat sunnah 2 rakaat ataupun sholat istikharah yang diakhiri salam, lafalkan doa istikharah yang telah dianjurkan Rasulullah SAW berikut ini:

“ Allahumma inni astakhiruka bi‘ ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as- aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’ lamu wa laa a’ lamu, wa anta‘ allaamul ghuyub.

Allahumma fa- in kunta ta’ lamu hadzal amro( mengatakan persoalannya) khoiron lii fii‘ aajili amrii wa aajilih( aw fii diinii wa ma’ aasyi wa‘ aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’ lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’ aasyi wa‘ aqibati amrii( fii‘ aajili amri wa aajilih) fash- rifnii‘ anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh- dhinii bih.”

Maksudnya:

Baca Juga :  Cara Sholat Tasbih

” Ya Allah, sebetulnya, saya meminta kebaikan kepada- Mu dengan ilmu- Mu, saya meminta keahlian kepada- Mu dengan kekuasaan- Mu serta saya meminta kepada- Mu dari anugerah- Mu yang Agung. Sebetulnya, Engkau Mahakuasa lagi saya tidak kuasa, Engkau Mahatahu lagi saya tidak mengenali, Engkaulah Dzat yang Maha Mengenali masalah yang gaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengenali kalau urusan ini( mengatakan persoalannya) merupakan baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, serta akhir urusanku, hingga tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya serta berkahilah saya di dalamnya.

Serta apabila Engkau mengenali kalau urusan ini merupakan kurang baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku serta akhir urusanku, hingga jauhkanlah dia dariku serta jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, setelah itu jadikanlah saya ridha dengannya.”

bagaimana kita merasakan hasilnya apakah yang kita mau sudah terkabul atau tidak, yaitu dengan diberikan nya mimpi oleh Allah subhanahu wata’ala.

Dan sebetulnya hasil istikharah itu terdapat dalam kemantapan hati kita sendiri. Hati kita hendak lebih condong ke pilihan yang terasa lebih baik dan benar buat kita. sehingga diberikan kemantapan oleh Allah dalam memilih keputusannya.

Hati kita hendak merasa mantap buat memilihnya, seperti itu hasil sholat istikharah kita. Jadi, tidak wajib berbentuk mimpi.

Sebab itu, kita wajib senantiasa ridha dengan pilihan yang hendak ditunjukkan Allah subhanahu wata’ala, walaupun itu tidak cocok atau tidak sesuai yang diharapkan.

Demikian dan sekian terimakasih atas kesetian anda dalam membaca artikel dari kami semoga bermanfaat bye bye >>>

Artikel Lainnya :