Tasawuf

Posted on

Tasawuf  تصوف atau umum dikenal dengan sufi adalah suatu ilmu untuk mengetahui bagaimana cara untuk menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dzohir dan batin serta untuk mendapat kebahagian yang abadi. Berikut ini akan kami jelaskan tentang tasawuf hanya untuk menambah wawasan , buka untuk membenarkan atau menyalahkan

tasawuf
tasawuf

Pengertian Tasawuf

Tasawuf adalah suatu ilmu untuk mensucikan jiwa dan hati, menjernihkan ahlak untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, atau menuju jalan pulang.

Tasawuf pada awalnya merupakan suatu gerakan zuhud atau menjauhi hal duniawi dalam Islam, dan di dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam.

Pemikiran Sufi pertama kali muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini telah tersebar ke seluruh belahan dunia. Sufisme adalah sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan para ahli menjadi sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam; yang lain memiliki pendapat bahwa sufisme merupakan filosofi perennial yang eksis sebelum kehadiran agama, ekspresi yang berkembang bersama dengan agama Islam.

Etimologi Tasawuf

Ada beberapa sumber tentang etimologi dari kata “Sufi”. Pandangan yang umum merupakanberasal dari Suf (صوف), bahasa Arab untuk wol, merujuk kepada jubah sederhana yang dipakai oleh para asetik Muslim.

Namun tidak semua Sufi memakai jubah atau pakaian dari wol. Ada juga yang memiliki pendapat bahwa sufi berasal dari kata saf, yaitu barisan dalam sholat.

Baca juga :

 

Suatu teori etimologis yang lainnya mengungkapkan bahwa akar kata Sufi yaitu Safa (صفا), yang memiliki arti kemurnian. Hal ini menaruh penekanan terhadap Sufisme yaitu kemurnian hati dan jiwa.Teori yang lain mengatakan bahwasanya tasawuf memiliki asal dari kata Yunani theosofie yang artinya ilmu ketuhanan

Baca Juga :  Cara Sholat Dhuha

Contoh Ilmu Tasawuf

Berikut adalah contoh paham Sufi atau paham tasauf dalam Kedudukan syariat menjadi empat tingkatan spiritual

Syari’at di dalam perspektif paham tasawuf ada yang menggambarkannya menjadi bagan Empat Tingkatan Spiritual dalam Islam yaitu

  1. Syariat
  2. Tariqah atau tarekat
  3. Hakikat
  4. Ma’rifat

Sebuah tingkatan menjadi fondasi untuk tingkatan selanjutnya, maka mustahil jika mencapai tingkatan berikutnya tetapi meninggalkan tingkatan sebelumnya.

Sebagai contoh, jika seseorang sudah mulai masuk ke suatu tingkatan (kedalaman beragama) tarekat, hal ini tidak berarti bahwa ia mampu meninggalkan syari’at. Yang mulai memahami hakikat, maka ia tetap wajib melaksanakan hukum-hukum maupun ketentuan syariat dan tarekat.

Dasar Ilmu Tasawuf

Banyaknya pendapat dan anggapan jika ilmu tasawuf dan praktik sufistik adalah ilmu sesat dan bid’ah yang tidak ada dasarnya di dalam Al Qur’an dan Hadits. berikut ini akan kami jelaskan

“Tasawuf dan sufism adalah praktik keagamaan yang memiliki dasar Al Qur’an dan juga meneladani akhlak serta prilaku Rosulullah SAW dalam sunnah-sunnahnya,”

Perkembangan ilmu tasawuf sampai abad ke 5 hijriyah adalah zaman kodifikasi tasawuf sebagai disiplin ilmu oleh Imam Ghazali yang salah satu kajiannya sudah tertuang di dalam kitab Ihya Ulumiddin.

“Meskipun terminologi tasawuf dan sufi belum ada pada zaman nabi dan sahabat, akan tetapi praktik tasawuf dan prilaku sufistik itu telah ada sejak zaman Rosulullah. Siapa yang mencontohkan? Ya, Rosulullah sendiri, dan kemudian diikuti Abu Bakar Assidiq, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman dan sayyidina Ali dan para sahabat senior lainnya.

Mereka lebih mementingkan urusan akhirat daripada urusan dunia, waaupun mereka tetap tak meninggalkan suatu kewajiban urusan dunianya. Itulah praktif sufi sejati yang di kemudian hari oleh para ahli disebut dengan kajian dan disiplin ilmu tasawuf,”

Baca Juga :  Rukun Haji

Oleh sebab itu, siapa kita menilai suatu ajaran sedangkan kita tidak paham sejarah tasawuf dan praktik tasawuf yang ternyata memiliki sumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rosulullah.

“Maka kita harus membaca dan belajar lagi serta membersihkan hati dari prilaku yang merasa benar sendiri atau sombong,”

Bagaimana praktik sufism pada era modern ?
Praktek kan perasaan dan pikiran bahwa kita selalu bersama Alloh dalam setiap saat dan waktu.

Dengan merasa selalu diawasi Alloh, maka seseorang dapat merasa menjadi lebih berhati-hati dari perbuatan yang merugikan orang lain.

“Praktiknya dapat dilihat dalam bentuk rajin sholat dan ibadah fardu lainnya, lalu selalu berbuat baik dan juga menebar kasih sayang serta tidak mau berbuat mafsadat atau kerusakan.

Video Kalimat Tasawwuf

Berikut ini adalah penggalan kalimat tasawuf yang mungkin dapat menambah wawasan

Demikianlah, Semoga bermanfaat dan menjadikan kita manusia yang manusiawi tidak menilai ibadah orang lain, sebab yang menilai adalah Dia yang memiliki keAgungan aamiin