Sifat Wajib Alloh

Posted on

Sifat Wajib Alloh – Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini bahwa Alloh memiliki sifat dengan sifat-sifat yang sempurna, dan mustahil jika bersifat sebaliknya. Berikut ini kami suhupendidikan.com akan mengulas tentang sifat jaiz bagi Alloh setelah sebelumnya kita membahas tentang sifat 20.

sifat wajib Alloh
sifat wajib Alloh

Para ulama menetapkan apa yang disebut Aqaid Seket (akidah 50) sebagaimana diterangkan pada beberapa kitab akidah Ahlusssunnah wal Jama’ah yaitu akidah tentang sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Alloh, serta bagi para Nabi

Sifat Wajib Alloh

Konsep sifat wajib, mustahil, dan jaiz adalah berangkat dari kenyataan, bahwa membuktikan eksistensi mayoritas sifat itu meskipun ada dalil naqli berupa Al-Qur’an dan hadits yang menjadi sumber akidah, tetap membutuhkan untuk penalaran akal sehat, yang di dalam konteks ini dikenal dengan hukum ‘aqli yang ada tiga, yaitu wajib, mustahil, dan jaiz ‘aqli.

Terlebih bagi orang yang sama sekali tidak percaya pada eksistensi Alloh sebagai Tuhan dan eksistensi para Rasul. Bagaimana mungkin orang mampu menyakini kebenaran Al-Qur’an dan juga hadits sebagai dalil eksistensi Alloh, sementara ia belum meyakini eksistensi Alloh sebagai Tuhan? Tentu ia tidak akan menerima Al-Qur’an dan hadits menjadi dalil pembuktiannya.

  • Pengertian Wajib Aqli
    Adapun maksud dari istilah wajib ‘aqli yaitu segala sesuatu hal yang menurut akal pasti adanya atau tidak bisa diterima ketiadaannya
  • Pengertian Mustahil Aqli
    Maksud mustahil ‘aqli yaitu segala hal yang menurut akal pasti tidak ada ataupun tidak diterima adanya
  • Pengertia Jaiz Aqli
    Sedangkan jaiz ‘aqli yaitu segala hal yang menurut akal bisa saja ada ataupun tidak, atau bisa diterima ada maupun ketiadaannya.
Baca Juga :  Permintaan dan Penawaran dalam Islam Beserta Hukum Penawaran dan Faktor Yang Mempengaruhi

Sifat gerak dan diam bagi makhluk bisa dijadikan contoh di dalam hal ini. Ilustrasi wajib, mustahil, dan jaiz ‘aqli secara berurutan yaitu

(1) akal pasti mengharuskan salah satu dari diam dan bergerak akan terjadi pada makhluk,
(2) akal tidak akan membenarkan jika keduanya secara bersamaan tidak terjadi padanya
(3) akal akan menerima ada dan ketiadaaan pada salah satunya dari makhluk.

Sedikit rumit bukan ?
Maka dari itu, dala mempelajari ilmu usahaka bersuci terlebih dahulu, seba ilmu adalah milik Sang Maha Suci

Sifat Wajib 20

1) Wujud
2) Qidam
3) Baqa’
4) Mukhallafatu lil Hawaditsi
5) Qiyamuhu binafsihi
6) Wahdaniyah
7) Qudrat
8) Iradat
9) Ilmu
10) Hayat
11) Sama’
12) Bashar
13) Kalam
14) Qadiran
15) Muridan
16) ‘Aliman
17) Hayyan
18) Sami’an
19) Bashiran
20) Mutakalliman

Baca juga :

 

Sifat wajib bagi Alloh terdiri atas 20 sifat yaitu dikelompokkan menjadi 4, Berikut adalah penjelasanya

1.Sifat Nafsiyah

sifat yang berhubungan langsung dengan Dzat Alloh SWT. Sifat nafsiyah ini hanya ada satu, yaitu wujûd.

2.Sifat Salbiyah

sifat yang meniadakan akan adanya sifat sebaliknya, yaitu sifat-sifat yang tidak sesuai, atau juga sifat yang tidak layak dengan kesempurnaan Dzat-Nya. Sifat Sifat salbiyah ini ada lima, yaitu:

  • Qidâm
  • Baqâ’
  • Mukhâlafatu lil hawâditsi
  • Qiyâmuhu binafsihi
  • Wahdâniyat.

3.Sifat Ma’ani

sifat- sifat abstrak yang wajib ada pada Alloh. Yang termasuk sifat ma’ani ada 7 yaitu:

  • Qudrat
  • Irâdat
  • ‘iImu
  • Hayât
  • Sama
  • Bashar
  • Kalam.

4.Sifat Ma’nawiyah

Merupakan kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat ma’nawiyah tidak bisa berdiri sendiri, Karna setiap ada sifat ma’ani pasti ada sifat ma’nawiyah. Jika sifat ma’ani sudah didefinisikan sebagai sifat yang ada pada sesuatu yang disifati dan otomatis menetapkan suatu hukum padanya, maka sifat ma’nawiyah adalah hukum tersebut.

Baca Juga :  Contoh Idgham Mutajanisain dan Idgham Mutamatsilain

Artinya, sifat ma’nawiyah adalah kondisi yang selalu menetapi sifat ma’ani. Sifat ‘ilmu misalnya, pasti dzat yang bersifat dengannya memiliki kondisi berupa kaunuhu ‘âliman (keberadannya sebagai Dzat yang berilmu). Dengan begitu, sifat ma’nawiyyah ada tujuh juga sebagaimana sifat ma’ani.

Dalam keimanan pada Alloh secara umum setiap mukallaf wajib meyakini akan sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi-Nya.

Sehingga ia harus:

1. Meyakini secara teguh tanpa keraguan, bahwa Alloh pasti memiliki sifat dengan segala kesempurnaan yang layak hanya bagi keagungan-Nya.

2. Meyakini secara teguh tanpa keraguan, bahwa Alloh mustahil memiliki sifat dengan segala kekurangan yang tidak layak bagi keagungan-Nya.

3. Meyakini secara teguh tanpa keraguan, bahwa Alloh boleh saja melakukan atau juga meninggalkan segala hal yang bersifat jaiz(mumkin), seperti misalnya menghidupkan manusia dan juga membinasakan manusia .

Inilah akidah yang wajib diyakini secara umum. Selain itu, setiap mukallaf wajib untuk meyakini secara terperinci sifat wajib 20 yang menjadi sifat pokok kesempurnaan (shifat asâsiyyah kamâliyyah) Alloh SWT sebagai Tuhan, 20 sifat mustahil, dan satu sifat Jaiz bagi-Nya.

Namun hal ini tidak berarti membatasi sifat Alloh sebagaimana disalahpahami oleh sebagian orang, tetapi karena sifat sifat ini yang umum diperdebatkan di sepanjang sejarah pada umat Islam, maka dengan menetapkannya menjadi amat jelas bahwa Alloh bersifat dengan segala kesempurnaan dan tersucikan dari semua kekurangan.

Demikianlah pembahasan mengenai sifat wajib dan jaiz Alloh, Semoga bermanfaat dan menjadikan kita sebagai manusia yang bertauhid aamiin

Baca Juga :  Prinsip Dasar Ekonomi Islam