Sifat Koligatif Larutan : Molaritas, Molalitas dan Fraksi mol

Posted on

Suhupendidikan.com Bab Sifat Koligatif larutan meliputi penjelasan molalitas, Molaritas dan fraksi mol

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Pengertian Sifat Koligatif Larutan

“Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tak bergantung jenis zat terlarut tetapi bergantung pada konsentrasi partikel zat terlarutnya”

Sifat koligatif larutan terdiri dua jenis, yaitu sifat koligatif larutan elektrolit dan juga sifat koligatif larutan nonelektrolit

Molaritas, Molalitas dan Fraksi Mol

Dalam larutan, ada beberapa sifat zat yang ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut]. Sifat koligatif larutan ditentukan oleh banyaknya partikel zat terlarut, perlu diketahui tentang konsentrasi larutan

Molaritas (M)

Molaritas yaitu banyaknya jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.
rumus molaritas

Keterangan :
M adalah molaritas
Mr adalah massa molar zat terlarut
V adalah volume larutan,

Molalitas (m)

Molalitas adalah jumlah mol zat terlarut pada 1 kg (1000 gram) pelarut.
Molalitas didefinisikan dengan persamaan:
rumus molalitas

Keterangan:
m adalah molalitas (mol/kg)
Mr adalah massa molar zat terlarut (g/mol)
massa adalah massa zat terlarut (g)
P adalah massa zat pelarut (g)

Fraksi Mol

Fraksi mol adalah satuan konsentrasi semua komponen larutannya dinyatakan berdasarkan mol
rumus fraksi mol

Sifat Koligatif Larutan Non elektrolit

Sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tak bergantung pada interaksi molekul pelarut dan zat terlarut, namun bergatung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan.

Sifat koligatif terdiri dari :

  1. penurunan tekanan uap
  2. kenaikan titik didih
  3. penurunan titik beku
  4. tekanan osmotik

Penurunan Tekanan Uap

Penurunan Tekanan Uap
P0 = tekanan uap zat cair murni
P = tekanan uap larutan

Kenaikan titik didih

Kenaikan titik didih

ΔTb adalah kenaikan titik didih (oC)
kb merupakan tetapan kenaikan titik didih molal
m adalah molalitas larutan (mol/kg)
Mr adalah massa molekul relatif
P adalah jumlah massa zat (kg)

Baca Juga :  Reaksi Redoks dan Elektrokimia : Pengertian dan Contoh Soal

Tabel tetapan kenaikan titik didih
Tabel tetapan kenaikan titik didih

Penurunan Titik Beku
Penurunan Titik Beku

ΔTf adalah penurunan titik beku (oC)
kf adalah tetapan perubahan titik beku (oC kg/mol)
m adalah molalitas larutan (mol/kg)
Mr adalah massa molekul relatif
P adalah jumlah massa zat (kg

Tekanan Osmotik

Π = M × R × T

Π adalah tekanan osmotik
M adalah molaritas larutan
R adalah tetapan gas (0,082)
T adalah suhu mutlak

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit

Pada konsentrasi yang sama, sifat koligatif larutan elektrolit mempunyai nilai yang lebih besar dari sifat koligatif larutan non elektrolit. Banyaknya partikel zat terlarut hasil reaksi ionisasi larutan elektrolit dirumuskan faktor Van’t Hoff

i = 1 + (n − 1) α

Keterangan :
i adalah faktor Van’t Hoff
n adalah jumlah koefisien kation
α adalah derajat ionisasi

Penurunan Tekanan Uap Jenuh

ΔP = P0 × X t e r l a r u t × i

Kenaikan Titik Didih

Δ T b = k b × m × i

Penurunan Titik Beku

ΔTf = k f × m × i

Tekanan Osmotik

π = M × R × T × i

Demikianlah pembahasan tentang sifat koligatif larutan, Semoga bermanfaat

Artikel Lainya  :