Sejarah Pki-Asal Usul, Tujuan, Tokoh, Dan kejadian G30SPKI

Posted on

Kali ini kita akan membahas materi tentang sejarah pki yang meliputi asal usul, tujuan, tokoh dan kejadian G30SPKI

Sejarah PKI – Jumlah partai di Indonesia telah melahirkan warna tersendiri di dunia politik. Tidak seperti sekarang, di masa lalu hanya terdiri dari beberapa pihak di Indonesia. Seperti, misalnya, pada tahun 1955 di Indonesia 4 partai mendominasi: PNI, Masumi, NU dan PKI. Ketika kita mendengar kata PKI, kita mungkin mengingat sejarah PKI, yang tentu saja rumit.

Dari pendiriannya pada tahun 1914 sampai pembubarannya pada tahun 1965, sejarah PKI melewati tiga tahap. Yakni, fase kolonial Belanda, fase kolonial Jepang, sebelum fase kemerdekaan. Tentu saja, di setiap tahap tujuan Partai Komunis Indonesia berbeda.

Selama era kolonial Belanda, PKI memiliki tujuan membebaskan Indonesia dari kolonialisme Belanda. Partai Komunis Indonesia juga berupaya menciptakan persatuan atau persatuan. Sistem kapitalisme dan kelas sosial berdasarkan kesetaraan juga akan dihapuskan di era kolonial Belanda.

Kemudian, selama pendudukan Jepang, Partai Komunis Indonesia ditutup dan dibungkam. Meskipun dimatikan, frame PKI masih keras, sehingga tujuan mereka masih berjuang sejak zaman Belanda. Dengan sekuat tenaga, IPC berusaha membebaskan diri dari pendudukan Jepang, mendukung Jepang.

Tujuan

Tujuan Partai Komunis Indonesia di era kemerdekaan lebih ditujukan untuk membangun ideologi komunis sebagai dasar negara. Namun, rencana ini terhambat karena negara menentukan ideologi Panchila pada sesi BPUPKI. Satu-satunya cara bagi PKI untuk mengubah ideologinya adalah dengan masuk ke politik.

Faktanya, PKI menjadi empat partai terbesar pada tahun 1955. Namun, PKI mengambil langkah yang salah karena tujuan utama Partai Komunis Indonesia, yang muncul ke permukaan. Maka timbul masalah politik bahwa IPC dan Uni Soviet berbahaya bagi Indonesia. Jadi pada tahun 1965, Partai Komunis Indonesia dibubarkan.

Baca Juga :  Arti Mimpi Tentang Makan

Tokoh PKI

D.N. Aidit

D.N. Aidit, yang bernama lengkap Deepa Nusantara, Aidit adalah ketua Komite Sentral PKI. Sosok Partai Komunis Indonesia ini mampu mengubah IPK menjadi partai komunis terbesar di dunia. Ia lahir di Belitung dan memasuki Jakarta pada tahun 1940. Partai Komunis Indonesia menjadi tempat ia belajar teori politik Marxis.

Aydit telah menjadi pengembang berbagai program PKI, termasuk Pemuda Rakyat, Gerwani, Lekra dan lainnya. Upaya Aydit berakhir pada 1965 ketika G30SPKI muncul. Dia segera melarikan diri ke Yogyakarta, dan kemudian pergi ke Semarang di Solo. Kemudian D.N. Aydit ditangkap oleh pihak berwenang di tempat persembunyiannya di Solo, tepatnya di rumah Kashima, dijuluki Harjomartono.

Musso

Munawar Muso atau Musso adalah tokoh terkemuka dalam Partai Komunis Indonesia, yang memproklamirkan pemerintahan Republik Soviet Indonesia pada tahun 1948. Saat itu 18 September 1948 di Madiun. Tujuannya adalah untuk menggantikan Yayasan Negara Indonesia, yang pada awalnya adalah Panchilla, seorang komunis.

Kediri, Jawa Timur – tempat kelahiran Muso. Dia juga berada di asrama bersama Semaun, Alimin, Kartosuvirio dan bahkan di Sukarno. Muso pernah menjadi penyelenggara Islam Sarekat, dipimpin oleh Jose Tyokroaminoto dan secara aktif berpartisipasi dalam ISDV.

Amir Sarifuddin

Nama Amir Syarifudin, tentu saja, sudah dikenal masyarakat Indonesia berkat posisinya di pemerintahan. Bahkan, Amir Syarifudin juga menjadi negosiator untuk perjanjian Renville, yang kemudian tidak membawa manfaat bagi RI. Jadi Amir Sarifudin dikritik oleh berbagai kelompok yang menyebabkan kejatuhan kabinet Amir Sarifudin.

Mengembalikan jabatannya, Amir Syarifudin, tentu saja, menciptakan Front Demokratik Rakyat, yang menyatukan para petani dan pekerja. Bersama-sama dengan FDR, Amir Syarifudin berhasil menghasut para pekerja, yang akhirnya mogok kerja pada 5 Juli 1959 di pabrik karung di Delanggu. Amir Sarifudin juga menjadi orang yang memproklamasikan Muso Republik Soviet Indonesia

Baca Juga :  Arti Mimpi Tentang Mayat

Nyoto

Nyoto, yang bernama lengkap Luckman Nyoto, adalah wakil ketua PKI CC II. Dia juga menjadi pihak ketiga ketika IPK berada di masa jayanya. Partai Komunis Indonesia juga merupakan menteri kabinet Dvikor, yang mewakili PKI. Bahkan, Ir mempercayainya. Soekarno menuliskan alamat negara bahwa Ir. Sukarno.

Sekitar 16 Desember 1965, Nyoto kembali dari rapat kabinet di Istana Negara. Tak lama kemudian, mobil berhenti di dekat Menteng. Kemudian Nyoto dipukuli, dibawa pergi oleh tentara dan langsung ditembak.

MOH. Lucman

Muhammad Hatta Luckman juga menjadi Partai Komunis Indonesia, yang juga dengan Aidit dan Nyoto. Padahal, ketiganya dikenal sebagai tiga pemimpin atau triumvirat PKI. Dia mengikuti ayahnya, yang diasingkan ke Papua dan tinggal di tengah-tengah gerakan.

Setelah pemberontakan di Madiun pada tahun 1948, ketiga orang ini beralih ke kepemimpinan PKI. Nasib M.Kh. Luckman, seperti Aidit dan Nyoto, diculik dan ditembak oleh tentara. Mayat dan kuburan dari tiga wakil Partai Komunis Indonesia ini juga tidak diketahui.

Kejadian G30SPKI

Berbicara tentang sejarah PKI, tentu tidak dapat dipisahkan dari sejarah gerakan PKI pada 30 September. Sebenarnya, kisah gerakan PKI pada 30 September diubah menjadi film, dan ditayangkan beberapa tahun yang lalu. Ini untuk mengenang kisah yang terjadi tahun itu dan menanamkan kebencian terhadap Komunis.

Singkatnya, sejarah gerakan PKI pada 30 September dimulai pada 1 Juli 1960, ketika PKI secara terbuka mengutuk kabinet dan tentara. Ketika tentara bereaksi, Ir. Sukarno segera turun tangan sampai masalah ini diselesaikan untuk membuat hubungan PKI-Ir. Sukarno menjadi dekat.

Kemudian, pada tahun 1960, Partai Sosialis Indonesia dan Masumi dibubarkan oleh pemerintah, sehingga IPC semakin aktif menemukan anggotanya. Tidak hanya PSI dan Masumi, partai-partai lain juga dihancurkan oleh PKI. Seperti Partai Nasionalis Indonesia dan Ulama.

Baca Juga :  Arti Mimpi Tentang Ular

Tahun demi tahun, Partai Komunis Indonesia semakin menekankan penguatan kekuasaan. Dengan cara ini, PKI meluncurkan strategi ofensif sehingga tujuan mereka tercapai. Sebagai aturan, partai ini hanya mengkritik pemerintah, sementara di daerah justru menghadapi konflik yang lebih serius.

Perlawanan terhadap tindakan sepihak antara PKI dan tentara menjadi lebih kuat dan lebih keras. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1964, dan kritik terhadap pejabat militer terus berlanjut. Kemudian konflik antara PKI dan tentara meningkat hingga 30 September 1965, yang menyebabkan gerakan 30 September, yang ditandai dengan penculikan para jenderal dan perwira.

Demikian dan sekian materi tentang sejarah pki yang singkat dan jelas semoga artikel ini bermanfaat terimakasih…

Artikel Lainnya :

sejarah-sepak-bola

kerajaan-kediri

perhimpunan-indonesia-sejarah-dan-perkembangannya/

bhineka-tunggal-ika