Puasa Arafah

Posted on

Puasa Arafah

Berikut ini adalah artikel lengkap mengenai puasa arafah yaitu niat dan beberapa pengertiannya, Utuk lebih jelasnya sima pembahasan dibawah ini

Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’aala

Artinya : Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala.

Puasa Arafah

Puasa arafahadalah puasa sunnah tahunan yang dikerjakan tepat pada hari arafah yaitu tanggal 9 di bulan dzulhijjah mengacu pada perhitungan kalender hijriyah.

Puasa sunnah ini di anjurkan pelaksanaannya bagi orang yang tidak sedang ibadah haji ada pun bagi yang berhaji tidak di sunnahkan untuk mengerjakannya.

Maka dengan begitu yang belum bisa berangkat haji karena keterbatatasan biaya, tidak perlu khawatir sebab
masih bisa menjalankan ibadah lain yang tidak kalah tinggi pahalanya,
tetapi jika sudah mampu berangkat haji tetap di wajibkan.

Namun perlu di ketahui bahwa di anjurkannya puasa sunnah arafah ini
tidak di sebabkan karena sedang melaksanakannya wukuf orang-orang yang sedang beribadah haji di padang arafah, tetapi di sebabkan karena datangnya hari arafah.

Sementara untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah tidak bisa tergantung pada waktu negara lain tetapi harus mengikuti waktu negara masing-masing baik itu hitungan jam atau waktu awal penanggalan
bulan, sama juga dengan amalan lainnya beberapa contohnya seperti dhuha, sholat tasbih tahajud dan
semisalnya.

Hari arafah menjadi sebuah waktu yang sangat istimewa dan memiliki
keutamaan-keutamaan tersendiri, yang mana saat tersebut adalah puncak dari berkumpulnya orang-orang yang beribadah haji untuk wukuf di arafah tepatnya sehari sebelum hari raya idul adha.

Sementara di sisi lain, umat islam seluruh dunia menyambut hari arafah dengan melaksanakan pauasa sunnah, kecuali mereka-mereka yang belum tahu dan tidak percaya bahwa hari arafah adalah waktu yang sangat di unggulkan, maka untuk itu menghafal niat puasa idul adha menjadi sebuah keharusan.

puasa arafah dan tarwiyah
puasa arafah dan tarwiyah

Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Baca Juga :  Rukun Sholat Jenazah

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’aala

Artinya : Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala.

Keutamaan Puasa Arafah

Dari semua jenis ibadah baik itu sunnah atau wajib, yakin dari masing-masingnya memiliki keutamaan-keutmaan yang lebih di unggulkan baik berupa pahala atau kebaikan seperti halnya juga pada puasa arafah tanggal 9 dzulhijjah atau sehari sebelum hari raya idul adha.

Di mana untuk puasa sunnah sunnah sebagaimana yang di jelaskan dalam sebuah hadits bahwa untuk puasa arafah bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan yang akan datang, sebagaimana bunyi haditsnya yaitu:

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.
Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim no. 1162)

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Sedangkan untuk keutamaan dari puasa tarwiyah yang di laksanakan pada tanggal 8 dzulhijjah atau sehari sebelum puasa arafah sebelum idul adha, sebagaimana tercantum dalam salah satu hadits yang artinya “bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun,
dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun” akan tetapi peringkat dari hadits
ini dhoif atau tidak kuat riwayatnya, dan para ulama sepakat bahwa boleh
mengamalkan hadits dhoif hanya dalam rangka fadla’ilul a’mal (untuk
memperoleh keutamaan) selagi hadits tersebut tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Niat Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma taerwiyata sunnatan lillahi ta’aala

Artinya : Saya niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta’ala.

Keutamaan Puasa Idul Adha

Memang harus di akui bahwa 10 hari pertama pada bulan dzulhijjah sebelum tiba hari raya idul adha menjadi waktu yang lebih utama untuk di isi dengan kebaikan dan amal shalih terutama puasa, sehingga sebenarnya puasa sunnah tidak hanya di anjurkan di lakukan 2 hari saja yang di sebut dengan arafah dan tarwiyyah tetapi juga lebih istimewa apabila di kerjakannya sejak tanggal awal, dan tentunya pernyataan ini tercantum dalam salah satu hadits yang berbunyi:

Abnu Abbas RA meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِيْ أَياَّمُ اْلعُشْرِ
قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ
اللهِ إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهُ فَلَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ شَيْءٌ

Diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, walaupun jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya atau menjadi syahid.
(HR Bukhari).

Hari 1 bulan Dzulhijah merupakan hari di mana Allah swt mengampuni
dosanya Nabi Adam as.
Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allah swt akan mengampuni segala dosanya.

Hari 2 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa
Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan.

Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.

Hari 3 bulan Dzulhijah merupakan hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria.
Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allah swt akan mengabulkan segala do’anya.

Hari 4 bulan Dzulhijah merupakan hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan.
Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan
kemiskinan.

Hari 5 bulan Dzulhijah merupakan hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan azab kubur.

Hari 6 bulan Dzulhijah merupakan hari dimana Alloh swt. membuka pintu kebajikan untuk Nabinya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Alloh dengan penuh Rahmat dan tdk akan diadzab.

Hari 7 dzulhijjah merupakan hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak
akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada
hari itu Allah swt akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan
kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.

Hari 8 dzulhijjah merupakan hari Tarwiyah.
Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali
oleh Allah swt.

Hari 9 dzulhijjah merupakan hari Arafah. Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Namun yang namanya manusia kebanyakan merasa sukar dan malas untuk lama-lama beribadah, meski keutamaan atau pahalanya sudah di perjelaskan dalam berbagai rangkaian hadits.

Maka dari itu apabila memang tidak memungkinkan mengerjakan 9 hari dari tanggal 1 hingga sebelum idul adha maka setidaknya jangan tinggalkan untuk puasa tarwiyah dan arafah 2 hari saja sebeb hadits lain mengetakan yang artinya:

“Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya: Ya Rasulallah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia? Rasulullah menjawab: Untuk semua manusia”
(HR. Abu Daud).

Sedangkan bagi orang yang mau mengerjakan puasa arafah beserta tarwiyah dan sebelum idul adha tidak hanya sekedar mengetahui tanggal waktu pelaksanaannya saja tetapi juga harus memahami seputar tata cara, hal yang membatalkan serta syarat rukun puasa sunnah termasuk niat.

Yang mana untuk panduan caranya sendiri puasa tanggal 8 dan 9 dzulhijjah ini tidak ada perbedaan dengan puasa sunnah lainnya yaitu di awali sejak terbit hingga terbenamnya matahari, sementara untuk bacaan niat lengkapnya bisa langsung di simak di bawah ini.

Niat Puasa Sunah Tanggal 1 – 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillahi ta’alaa

Artinya : Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.

Semoga bermanfaat