Penyakit Ain Dalam islam

Posted on

Pada Kali ini kita akan membahas materi tentang penyakit ain dalam islam yang meliputi apa itu penyakit ain, sebab, cara, pengalaman dan menyembuhkannya

penyakit ain dalam islam

Apakah Penyakit‘ Ain itu ?

Kata Ain berasal dari Bahasa Arab dengan mengambil kata‘ ana- Ya’ inu yang maksudnya kurang lebih merupakan tatapan seorang yang menunjukkan kekaguman tetapi dibarengi dengan rasa iri serta kebencian terhadap orang yang ditatapnya. Tidak cuma menunjukkan kebencian serta rasa iri, penyakit ain ini pula bisa mengantarkan toksin jiwanya kepada orang yang ditatapnya dan membahayakan untuk apa yang dilihat oleh hati yang hasad.

Penyakit ain tidak bisa ditangani dengan memakai obat- obatan sebab bukan penyakit dari segi  kedokteran, tetapi penyakit ini jelas bisa mengusik kesehatan terlebih secara mental. Penyakit ini sangat kerap dialami oleh anak– anak serta bayi sebab mereka masih lemah serta belum dapat membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Orang berusia pula dapat terserang penyakit ain ini.

Apa Bahayanya Penyakit‘ Ain?

Penyakit‘ ain sangat beresiko sebab timbulnya kerap tidak disadari tetapi dampaknya dapat berlangsung

selalu sampai dapat hingga menimbulkan kematian pada orang yang terserang kemalangan penyakit‘ ain ini.

Apalagi rasulullah shalallahu‘ alaihi wa sallam pun menerangkan menimpa betapa bahayanya kemalangan yang diakibatkan oleh penyakit‘ Ain ini.

Sabda rasul:

“ Mayoritas yang mati pada ummatku sehabis qadha serta qadarnya Allah merupakan sebab pengaruh pemikiran mata jahat”( HR. Bukhari).

Sempat dikisahkan oleh Ibnul Atsir rahimahullah, kalau:

“ Dikatakan kalau Fulan terserang‘ Ain, ialah apa apabila musuh ataupun orang- orang dengki memandangnya kemudian pemikiran itu mempengaruhinya sampai menyebabkannya jatuh sakit.”

( An- Nihayah)

Ibnul Qayyim rahimahullah pula menarangkan kalau:

” Jiwa orang yang jadi pemicu‘ ain dapat saja memunculkan penyakit‘ ain tanpa wajib dengan memandang. Apalagi terkadang terdapat orang buta, setelah itu dikisahkan tentang suatu kepadanya, jiwanya dapat memunculkan penyakit‘ ain, walaupun ia tidak melihatnya. Terdapat banyak pemicu‘ ain yang dapat jadi karena terbentuknya‘ ain, cuma dengan cerita saja tanpa memandang langsung”.( Zadul Ma’ angkatan darat(AD))

Baca Juga :  Perhimpunan Indonesia-Sejarah Dan Perkembangannya

Dibahas pula oleh Syaikh Muhammad Shalih Al- Munajjid kalau:

“ Oleh sebab itu, jelaslah kalau pemicu‘ ain dapat jadi kala memandang foto seorang ataupun lewat tv, ataupun terkadang cuma mendengar ciri- cirinya, setelah itu orang itu terserang‘ ain. Kita meminta keselamatan serta kesehatan kepada Allah.”( Fatwa Angkatan laut(AL) Islam)

Gimana Seorang Dapat Terserang Penyakit‘ Ain?

penyakit ain dalam islam

Seorang dapat terserang penyakit‘ ain cuma dengan tatapan mata dari orang lain saja yang dibarengi dengan perasaan kagum sekalian benci serta iri. Sehingga setan menggunakan kondisi ini buat mengirimkan panah hasad kepada orang yang dikagumi ataupun dibenci tersebut sehingga memunculkan penyakit pada orang tersebut.

Perihal ini dipaparkan oleh Ibnu Hajar yang mengatakan kalau:

“ Sebagian orang merasa bimbang, mereka bertanya:‘ Bagaimanakah metode kerja‘ ain sehingga dapat memudharatkan orang dari jarak yang jauh?’. Telah banyak sekali orang yang tertimpa sakit serta kekokohannya melemah cuma sebab pemikiran mata, seluruh itu terjalin sebab ALLAH menghasilkan di dalam faktor ruh sesuatu kekuatan yang dapat membagikan pengaruh, serta sebab pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata hingga pengaruh yang ditimbulkannya diucap al- ain( mata), sesungguhnya bukan mata yang membagikan pengaruh hendak namun yang sesungguhnya terjalin merupakan pengaruh ruh, hingga pemikiran yang keluar lewat mata seseorang( yang hasad ataupun kagum) merupakan panah maknawi yang bila menimpa sesuatu jasad yang tidak berperisai hingga panah tersebut hendak pengaruhi tubuh serta bila tidak mempengaruhi berarti dia tidak menimpa sasarannya hendak namun kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.

Samakah‘ Ain Dengan Sihir?

‘ Ain tidaklah sihir melainkan suatu penyakit yang disebabkan oleh setan yang menggunakan perasaan tidak suka ataupun kagum yang kelewatan yang dialami oleh manusia terhadap manusia yang lain tanpa mengaitkan Allah setelah itu setan mengirimkan panah hasad kepada manusia yang dikagumi ataupun dibenci tersebut sehingga memunculkan kemalangan.

Baca Juga :  Fii Amanillah Artinya

Secara simpel ain diakibatkan sebab inisiatif setan atas perasaan manusia yang tidak mengingat Allah dikala membenci serta menggemari seorang. Sebaliknya sihir diakibatkan oleh manusia yang setelah itu diperbantukan oleh setan dalam hasrat serta penerapannya.

Ada pula perbandingan antara‘ ain dengan sihir merupakan bagaikan berikut:

Kemalangan yang diakibatkan Ain lebih beresiko dari sihir

Permasalahan hendak berakhir sendiri dalam waktu tertentu sebaliknya‘ ain tidak, terkecuali diberi penindakan spesial.

sihir terencana dicoba dengan iktikad buat mencelakakan yang diakibatkan oleh rasa benci serta dengki sang pelakunya, sebaliknya‘ ain tidak senantiasa dimaksudkan buat mencelakai sebab ain dapat mencuat sendiri tanpa disengaja oleh pelakunya. Apalagi orang terdekatpun dapat jadi pelakunya walaupun tanpa disadari, semacam orangtua, guru, sahabat, serta yang lain.

Sihir dicoba oleh orang jahat yang memanglah mempunyai rasa dendam serta dengki sehingga mengambil jalur pintas buat menjatuhkan orang yang ia benci, sebaliknya kemalangan‘ Ain dapat dicoba oleh orang baik apalagi soleh sebab ketidak sengajaan yang setelah itu dimanfaatkan oleh setan.

Cara Mengenali Seorang Terserang Penyakit‘ Ain?

Terdapat sebagian karakteristik yang mengindikasikan seorang terserang kemalangan akibat penyakit‘ ain, ialah:

  • Merasa pusing di kepala
  • Rasa sakit yg berpindah- pindah
  • Corak wajah kekuning- kuningan, kadangkala kemerah- merahan bercampur hitam
  • Menghasilkan banyak keringat dari segala tubuh
  • Kerap buang air kecil
  • Kerap merasa mual mau muntah
  • Kehabisan nafsu makan
  • Kerap merasa kesemutan di kedua tangan
  • Merasa demam ataupun panas/ dingin di sebagian bagian tubuh
  • Jantung berdebar- debar lebih kencang
  • Merasa perih pada bagian- bagian badan tertentu semacam dasar punggung serta bahu
  • Merasa pilu dna mellow
  • Dada merasa lebih sesak
  • Kerap berkeringat di malam hari
  • Kerap merasakan ketakutan yang berlebihan
  • Emosi susah dikontrol apalagi jadi lebih Temperamental
  • Kerap cegukan
  • Kerap menguap serta Mendesah
  • Menyendiri serta suka mengurung diri
  • Senantiasa merasa lemas serta malas
  • merasa mau tidur terus ataupun apalagi jadi kurang tidur
  • Tubuh jadi kurus ataupun sulit gemuk
  • Hadapi sakit ataupun permasalahan pada kesehatan tanpa pemicu yg jelas serta susah diatasi secara medis
  • Gatal- gatal pada kulit
  • Anak seketika kerap rewel serta susah diatur
  • Serta lain- lain
Baca Juga :  Mad Tamkin

Cara Mengatasi Penyakit A’in Dengan :

penyakit ain dalam islam

Berwudhu

Tidak hanya dengan mandi, wudhu pula bisa dicoba buat menanggulangi kemalangan akibat penyakit‘ ain. Jadi orang pemicu kemalangan ain tersebut berwudhu, kemudian air sisa wudhunya dipakai buat mandi ataupun membilas badan orang yang terserang‘ Ain.

Perihal ini dipaparkan dalam suatu hadis yang di informasikan dari‘ Aisyah radliyallaahu‘ anhu, dia mengatakan kalau:

“ Orang yang melaksanakan‘ Ain diperintahkan supaya berwudlu setelah itu orang yang terserang‘ Ain mandi dari air( sisa wudlu tadi).”( HR. Abu Dawud).

Setelah itu At- Tirmidzi pula menarangkan kalau:

” Pelakon‘ ain diperintahkan buat mandi dengan memakai air dalam baskom. Kemudian meletakkan telapak tangannya di mulut serta berkumur- kumur, kemudian disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru sehabis itu membilas mukanya dengan air dalam baskom tersebut, kemudian memasukkan tangan kirinya serta mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut. Setelah itu memasukkan tangan kanannya serta menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya. Baru setelah itu membilas badan di balik kain, tetapi baskom itu tidak harus diletakkan di atas tanah ataupun lantai. Sehabis itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terserang‘ ain dari arah balik satu kali guyuran.” 

Demikian dan sekian semoga kita selalu terhindar dari penyakit yang seperti ini dan senantiasa dalam lindungan Allah subahanahu wata’ala . amiin ya robbal alamin

Artikel Lainnya :