Peninggalan Kerajaan Demak : Sejarah, Peninggalan, Dan Peta Lokasinya

Posted on

Kali ini kita akan membahas materi tentang peninggalan kerajaan demak yang meliputi Sejarah, Peninggalan, Dan Peta Lokasinya Lengkap

Demak

Penciptaan kerajaan Demak berasal dari misi para pengkhotbah Islamisasi Jawa, yang kemudian dikenal sebagai “Wali Songo.” Dalam penyiaran dan perkembangan Islam selanjutnya di Jawa, walisongo memusatkan kegiatan mereka, menjadikan kota Demak sebagai pusat dari segalanya. Dengan dukungan walisongo, terutama atas perintah Sunan ampel, Raden fattah diperintahkan untuk mengajar Islam.

Segera desa ini dikunjungi oleh banyak orang. Tidak hanya menjadi pusat sains dan agama, tetapi kemudian menjadi pusat perdagangan dan bahkan menjadi pusat kerajaan Islam pertama di Jawa.

Peta Kerajaan Demak

Dari hasil penelitian IAIN Walisongo di Jawa Tengah pada tahun 1974 M tentang materi sejarah Islam di Jawa Tengah, dilaporkan bahwa ada beberapa pendapat mengenai lokasi kesultanan Demak (istana kerajaan), yaitu;

Pertama : bahwa tidak ada mantan Kesultanan Demak. Dengan klaim bahwa Raden fatah mulai menyebarkan agama Islam di Demak, itu semata-mata untuk kebaikan agama Islam. Pembentukan masjid Demak bersama dengan walisongo adalah simbol Kesultanan Demak. Adapun tempat kediaman raden fatah, ini bukan istana yang megah, tetapi rumah biasa, yang terletak di dekat stasiun kereta api saat ini, yang disebut “Rowobatok”.

Kedua: bahwa secara umum lokasi masjid tidak terlalu jauh dari istana. Diasumsikan bahwa lokasi Istana Demak terletak di tempat yang sekarang didirikan oleh Lembaga Pemasyarakatan (sebelah timur alun-alun). dengan alasan bahwa pada masa kolonial ada unsur niat untuk melikuidasi bekas istana. Pendapat ini didasarkan pada keberadaan nama-nama desa yang berasal dari sejarah. Saya menyukai nama: sitihingkil (setingil), betengan, mungkuran, sampangan dan jogoloyo.

Baca Juga :  Tajwid Mad

Ketiga : istana menghadap masjid besar Demak yang menyeberangi sungai, ditandai dengan kehadiran dua pohon pinang. Dua pohon pinang masih ada di sana, dan di antara dua pohon ini ada makam GUNDUK kiyai … menurut kepercayaan masyarakat setempat, yang ditanam sebenarnya adalah tombak (pusaka).

Peninggalan kerajaan Demak

Kerajaan Demak didirikan pada 1475. Cukup banyak bukti sejarah yang diberitakan tentang keberadaan kerajaan ini di masa lalu. Adapun beberapa bukti lain dalam bentuk peninggalan sejarah, seperti bangunan atau benda tertentu, beberapa bangunan atau benda dari kerajaan Demak masih dilestarikan:

Masjid Agung Demak

Warisan paling terkenal dari kerajaan Demak adalah Masjid Agung Demak. Bangunan, yang dibangun Valisongo pada tahun 1479, telah bertahan hingga hari ini, meskipun ada beberapa rekonstruksi. Bangunan ini juga merupakan salah satu bukti bahwa kerajaan Demak di masa lalu adalah pusat pendidikan dan penyebaran Islam di Jawa. Jika Anda tertarik melihat arsitektur yang unik dan nilai-nilai filosofis, datanglah ke masjid ini. Terletak di desa Kauman, Demak – Jawa Tengah.

Pintu Bledek

Dalam bahasa Indonesia, Bledek berarti kilat, sehingga pintu bledek dapat diartikan sebagai pintu kilat. Pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466 dan menjadi pintu utama Masjid Agung Demak. Berdasarkan ceritanya, pintu ini disebut Bledek, karena tidak ada orang selain Ki Ageng Selo yang benar-benar bisa menabraknya. Saat ini, pintu Bledek tidak lagi digunakan sebagai pintu masjid. Pintu Bledek adalah museum karena mereka mulai usang dan sudah tua. Itu telah menjadi koleksi peninggalan kerajaan Demak dan sekarang disimpan di Masjid Agung Demak.

Soko Tatal dan Soko Guru

Soko Guru adalah pilar berdiameter 1 meter yang berfungsi sebagai penyangga vertikal yang andal untuk pembangunan Masjid Demak. 4 kolom digunakan di masjid ini, dan berdasarkan cerita, semua kolom ini dibuat oleh Kanjeng Sunan Kalijag. Sunan diberi tugas membuat semua pilar sendiri hanya ketika ia membuat hanya 3 pilar setelah masjid siap berdiri. Sunan Kalijaga kemudian dipaksa untuk menghubungkan semua keping atau potongan kayu yang tersisa dari 3 pilar guru, dengan bantuan kekuatan spiritualnya, dan mengubahnya menjadi pilar, yang dikenal sebagai pilar keripik.

Baca Juga :  Contoh Tafkhim dan Tarqiq Beserta Pengertian dan Jumlah Huruf Qalqalah

Drum dan Kentong

Gendang dan kentongan di Masjid Agung Demak juga merupakan warisan sejarah kerajaan Demak dan tidak boleh dilupakan. Kedua alat ini telah digunakan di masa lalu sebagai alat untuk mendorong orang-orang di sekitar masjid untuk segera datang sholat 5 kali setelah panggilan sholat diumumkan. Kentongan yang berbentuk tapal kuda menganut filosofi bahwa jika Anda membentur balok, penduduk setempat harus segera datang untuk sholat 5 kali segera setelah orang menunggang kuda.

Situs Kolam Wudlu

Bagian dari cekungan Wudlu dibuat bersama dengan pembangunan Masjid Demak. Situs ini sebelumnya digunakan sebagai tempat untuk mandi siswa atau peziarah mengunjungi masjid untuk sholat. Namun, situs ini tidak lagi digunakan untuk wudhu dan hanya dianggap sebagai peninggalan sejarah.

Maksura Maksura

Adalah dinding kaligrafi tertulis Arab yang menghiasi bangunan masjid Demak. Maksura dibuat sekitar tahun 1866 M, tepatnya pada saat Arye Purbaningrat menjabat sebagai Adipati Demak. Menulis dalam kaligrafi penting tentang Kesatuan Allah.

Dampar Kencana

Dampar Kenchan adalah takhta Sultan, yang kemudian terganggu dengan berbicara sebagai khotbah di Masjid Agung Demak. Warisan kerajaan Demak, masih disimpan di masjid Demak.

Piring Campa

Piring Camapa adalah piring yang disumbangkan oleh seorang putri dari Kampa, yang tidak lain adalah ibu dari Raden-Pat. Ada 65 piring semacam itu. Beberapa dipasang sebagai hiasan di dinding masjid, sementara yang lain dipasang di situs imam.

Demikian ulasan dari suhupendidikan.com semoga artikel ini bermanfaat silahkan komen dan share terima kasih

Artikel Lainnya :

peninggalan-kerajaan-kutai

peninggalan-kerajaan-sriwijaya

10-peninggalan-kerajaan-majapahit-beserta-gambarnya