Pengertian Thoharoh & Najis Serta Cara Membersihkan Najis

Posted on

Pengertian Thoharoh

Thoharoh ialah mensucikan diri (badan) dari hadats besar dan hadats kecil dan juga pakaian dan  tempat solat dari najis

Karna orang yang hendak sholat itu adalah hendak menghadap Tuhan yang maha suci, maka dirinya juga harus suci dari hadats. Dikatakan bahwa Alloh SWT tidak menerima sholat yang tidak dengan keadaan suci.  Alat yang paling utama untuk bersuci adalah air.

Pembagian Air

  1. Air Muthlaq, yaitu air suci yang dapat mensucikan.
    Diantaranya : Air hujan, airsumur, air sungai, air laut, air embun dan air salju
  2. Air Makruh, yaitu air yang kurang baik untuk bersuci.
    Misalnya : Air yang dipanaskan dengan terik matahari dan sejenisnya
  3. Air suci tapi tidak dapat untuk bersuci.
    Misalnya : Air kelapa, air minum/ air yang sudah bercampur the dan sejenisnya.
  4. Air Mutanajis, yaitu air sedikit yang telah terkena najis, sehingga berubah bau, rasa dan warnanya.

Thoharoh / Bersuci Ada Tiga (3) Macam

  1. Bersuci lahiriyah (badan)
    a. Membersihkan badan dari hadats besar dan hadats kecil serta najis
    b. Membersihkan pakaian dan tempat solat dari najis
    c. Membersihkan perut dari minuman dan makanan harom
  2. Bersuci Batiniyah (hati)
    a. Membersihkan hati dari dendam, dengki dan hawa nafsu amarah
    b. Membersihkan perkataan dan perbuatan dari akhlaq yang tercela
    c. Membersihkan lahir batinnya dari dendam, dengki, hawa nafsu dan amarah, kemudian dari perkataandan perbuatan dari akhlaq yang tercela serta dari segala dosa
  3. Bersuci Sirriyah (ruh)
    Membersihkan dalam hati dari salah niyat dan dari segala dosa
  4. Membersihkan i’tiqod dari keraguan dan kemusyrikan dan dari segala dosa

thoharoh
thoharoh

Tentang Najis

Najis adalah kotoran yang mana setiap umat islam wajib menyucikan diri dari najis tersebut dan menyucikan pakaian yang dipakainya, yaitu membersihkan dari najis.

Najis ada beberapa jenis :

  • Najis ‘Ainiyah, yaitu najis yang dapat dilihat dengan mata. Najis ,ainiyah terbagi menjadi tiga bagian:
    Najis Mukhoffafah, yaitu najis ringan. Diantaranya ialah : air krncing anak laki-laki yang umurnya kurang dari 2 tahun
    cara membersihkanya : cukup di percikkan saja atau disiram dengan airb. Najis Mutawasithoh, yaitu najis sedang. Diantaranya ialah :
    – Najisnya bangkai binatang, kecuali ikan air, belalang dan sejenisnya
    –   Najisnya tahi, air kencing, darah, madzi dan sejenisnya dari anak adam
    –   Najisnya tahi, air kencing, darah, madzi dan sejenisnya dari binatang yang harom dimakan dagingnya.
    Dalam kehati-hatian (ijtihad), najisnya tahi, air kencing, darah, madzi dan sejenisnya dari semua binatang yang harom atau yang halal dimakan dagingnya.
       Cara membersihkanya : Dicuci dengan air sampai hilang bau, warna dan rasanya

    c. Najis Mugholazhoh, yaitu najis yang paling berat/besar diantara najis ,ainiyah.
    Najisnya anjing dan babi dan yang sejajarnya.
    Cara membersihkanya : Dicuci 1 kali dengan debu/tanah, kemudian dicuci lagi dengan air 7 kali sampai bersih

     

  • Najis Hukmiyah, yaitu najis yang tidak terlihat oleh mata. Diantaranya ialah :
    a. Najis belas air kencing anak
    b. Najis bekas terkena najis
    Cara membersihkanya : Cukup dengan mengalirkan airatau lebih baik dicuci
  • Najis ‘Afiyah, yaitu najis yang dimaafkan. Diantaranya ialah :
    a. Bangkai binatang yang tidak mengalir darahnya, seperti : lalat, nyamuk, kutu dan sejenisnya
    b. Najis yang sangat sedikit sekali
    c. Najisnya nanah, darah penyakit gatal dan sejenisnya
    d. Najisnya darah bekas luka
    e. Debu atau tanah yang bercampurnajis yang sulit di bersihkan atau sulit dihindari, seperti : yang ada di ujung pakaian bawah, disandal atau sepatu
    f. Tempat jemur pakaian, Jika mau dan ada tempat atau pakaian lainya, maka bergantilah
  • Najis Syakiyah, yaitu najis yang membuat keraguan
    a. Najis uap atau aura dari najis mugholazzoh
    b. Najis uap atau aura dari najis mutawasithoh
    c. Najis uap atau aura dari najis mukhoffafah
    d. Najis uap atau aura dari najis ,afiyah
    Tidak wajib mencucinya, jika mau dan ada tempat atau pakaian lainya, maka bergantilah. 
  • Najis Maknawiyah, yaitu najis yang tidak berwujud benda.
    a.Najis yang ada di dalam dada atau didalam hati, seperti : syirik dan sejenisnya
    Cara membersihkanya : Bertaubat, kemudian meng Esakan Alloh SWT.
    b. Najis yang ada didalam dada atau hati, seperti : salah niyat
    Cara membersihkanya : Bertaubat dan memperbaiki/meluruskan niat dalam melaksanakan semua ibadah harus dengan ikhlas Lillah wa Rosulillah.
    c. Najis yang ada di dalam dada atau hati, seperti : marah, syahwat, dendam, sombong dan sejenisnya.
    Cara membersihkanya : Bertaubat dan memperbanyak bersujud dan melestarikan akhlaqul karimah
    d. Najis yang ada di dalam dada atau hati dan lisan, seperti : marah (memaki, mencela, dll), berkata dusta atau bohong dan sumpah palsu
    Cara membersihkanya : bertaubat dan memperbanyak
    Membaca istighfar
    Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir
    Membaca Al-Qur’an
    Membaca Sholawat
    Membiasakan berkata benar dan baik

Bagaimana sholat kita akan diterima bila kita masih sering membawa najis ke dalam solat kita ?

Baca juga :

tata cara wudhu

 

Baca Juga :  Niat Puasa Senin Kamis Beserta Doa, Keutamaan, Manfaat dan Cara Puasa Senin Kamis