Niat Sholat Idul Fitri

Posted on

Niat Sholat Idul Fitri

Suhupendidikan.com Tentang Sholat Id yang meliputi niat sholat id, tatacara sholat id dan hadis mengenai sholat id.

Sholat Id merupakan ibadah sholat sunah yang dilakukan pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sholat Id termasuk dalam salat sunnah muakkad, yang artinya sholat ini bersifat sunah, namun sangat penting hingga begitu sangat dianjurkan untuk tak meninggalkannya.

niat sholat id
niat sholat id

Niat Sholat Id

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) للهِ تَعَــــــــالَى

Usholli rok‘ataini sunnata-li ‘idil adl-ha (ma’muman/imaman) lillâhi ta‘ala

Terjemahannya:

“Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Idul Adha (sebagai makmum/imam) karena Allah SWT”

Tata Cara Sholat Id

1. Niat

Sholat Idul Adha lebih baik didahului dengan lafadz niat.

Lafal niatnya yaitu sebagai berikut:

أُصَلِّيْ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Terjemahannya, “Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Alloh SWT.”

2. Takbiratul Ihram

Setelah niat lalu takbiratul ihram, kemudian dilanjutkan membaca doa iftitah dan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rokaat pertama.

Di antara takbir itu dianjurkan untuk membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Terjemahannya

“Alloh Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Alloh dengan pujian yang banyak, Maha Suci Alloh, baik waktu pagi dan petang.”

Atau bisa juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Terjemahannya:

“Maha Suci Alloh, segala puji bagi Alloh, tiada tuhan selain Alloh, Alloh maha besar.”

3. Membaca Surat al-Fatihah

Setelah takbir yaitu membaca al-Fatihah.

Baca Juga :  Doa Sholat Tarawih dan Doa Witir

lalu dianjurkan membaca Surat al-Ghosyiyah.

kemudia ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat lainya. karna sholat umumnya sama saja cara nya dan doa nya yang membedakan niat dan jumlah rokaat nya

4. Takbir 5 Kali pada Rokaat Kedua

Ketika posisi berdiri di rokaat kedua, takbir lagi lima kali seraya mengangkat tangan.

Di antara takbir itu, lafalkan kembali bacaan yang dijelaskan pada poin dua.

kemudian berlanjut lagi ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

5. Yang Dilakukan setelah Salam

Setelah salam dan shalat Id selesai, jamaah dianjurkan tak terburu-buru pulang, untuk mendengarkan khutbah Idul Adha hingga selesai.

Hadits tentang sholat Id

Diriwayatkan dari Abu Said, belau berkata :

“Adalah Nabi Muhammad SAW. pada hari raya idul fitri dan idul adha keluar ke masjid (padang untuk salat), maka pertama yang dia kerjakan yaitu sholat, kemudian setelah itu beliau berdiri menghadap kepada manusia sedang manusia masih duduk tertib pada shaf mereka, lalu beliau SAW memberikan nasihat dan wasiat (khutbah) apabila beliau hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah beliau putuskan, beliau perintahkan setelah selesai dia pergi. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

Telah berkata Jaabir ra:

“Saya menyaksikan sholat Id bersama Nabi Muhammad SAW. beliau SAW memulai salat sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau SAW berdiri atas Bilal, lalu memerintahkan manusia aagar bertaqwa kepada Alloh SWT, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai beliau SAW turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya dia memperingatkan mereka. (H.R : Muslim)

Diriwayatkan dari Ummu ‘Atiyah ra. ia berkata :

“Rasulullah SAW. memerintahkan kami keluar pada saat ‘idul fitri dan ‘idul adha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dikamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari masjid tempat sholat Id, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da’wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah).

Saya berkata : Yaa Rasulullah SAW bagaimana dengan kami yang tidak memiliki jilbab?
Rosululloh SAW bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. (H.R : Jama’ah)

Demikianlah tentang artikel ini, Semoga membantu

Baca Juga :