Macam-macam Zakat

Posted on

Macam-macam zakat beserta pengertian dan penjelasan lengkap menurut hukum agama islam.

Setiap Muslim diharuskan mempraktikkan lima rukun Islam, yang merupakan rukun agama. Salah satu rukun Islam ialah membayar zakat. Zakat merupakan rukun Islam keempat dan harus dilakukan oleh setiap Muslim untuk mencapai berkah Allah SWT.

Namun, beberapa orang mempertimbangkan Zakat yaitu Sunnah. Padahal, zakat harus dikeluarkan sebagai upaya menegakkan hukum Islam yang diatur berdasarkan Al-Quran. Selain itu, banyak orang menganggap zakat hanya dilakukan sebelum Idul Fitri. Nah, apa sebenarnya arti zakat? Berikut ini adalah pengertian dan macam-macam zakat, sehingga Anda tidak salah mengartikannya.

Pengertian Zakat

macam-macam zakat
macam-macam zakat

Zakat merupakan sejumlah kekayaan yang harus dikeluarkan oleh umat Islam untuk membantu kelompok yang memenuhi syarat untuk menerimanya seperti fakir, Miskin dan sebagainya, sesuai dengan hukum Syariah. Zakat adalah rukun Islam keempat dan menjadi salah satu elemen terpenting dalam menjalankan hukum Islam.

Untuk itu, hukum Zakat ialah wajib bagi setiap Muslim yang sudah memenuhi persyaratan tertentu. Zakat juga adalah bentuk ibadah seperti sholat, puasa dan lainnya dan diatur secara rinci berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.

Macam-macam Zakat

Untuk seorang Muslim yang secara ekonomi mampu memenuhi kebutuhannya, ia diharuskan menyerahkan sebagian hartanya.

Seseorang harus memenuhi syarat untuk dapat melakukan zakat, seperti beragama islam, merdeka, sudah baligh dan berakal, tidak memiliki hutang, dan telah mencapai nishab atau batas minimum untuk wajib zakat.

Sesudah itu, Anda sudah memenuhi syarat, Anda juga harus memenuhi syarat sah untuk menerapkan Zakat, yaitu niat dan amal. Apabila sudah sah, Anda dapat membayar zakat. Berikut penjelasannya :

Baca Juga :  Bacaan Tasbih

Zakat Fitrah

Zakat Fitrah, zakat ini diharuskan dalam konteks puasa selama bulan Ramadhan, yang berlangsung setahun sekali. zakat ini juga disebut shodaqoh Fitrah.

Tujuan Zakat Fitrah

Tujuan Zakat Fitrah ialah untuk membersihkan mereka yang berpuasa dari tindakan yang tidak berguna dan bahasa kotor dengan memberi makan orang miskin dan membantu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Hukum zakat ini adalah wajib.

Ketetapan Zakat Fitrah

Zakat fitrah sebenarnya memiliki ukuran sendiri, yang harus dikeluarkan setiap Muslim. Ini tergantung pada makanan pokok yaitu sebanyak satu Sha’ atau sekitar 2,5 kg.

Jika pada jaman dahulu diketahui melalui berbagai hadits bahwa ada makanan untuk Zakat Fitrah, yaitu kurma kering, sya’ir, susu kering yang tidak dibuang buihnya, dan kurma basah.

Ada pula riwayat yang pasti tentang gandum dan biji-bijian. Namun, saat ini umat Islam mengeluarkan Zakat Fitrah sesuai dengan makanan pokok yang digunakan di daerah masing-masing. Makanan ini dimakan di pagi dan sore hari, seperti Beras dan yang lainnya.

Zakat Fitrah Masa Kini

Seiring berjalannya waktu, sekarang zakat dibayar lebih sering dengan uang, tetapi masih harus sesuai dengan nilai kewajiban zakat fitrah, yaitu bahan pokok makanan.

Menurut beberapa orang, karena uang lebih istimewa atau dianggap lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang miskin daripada makanan.

Zakat Mal

Zakat Mal atau Zakat harta adalah semua yang orang inginkan, gunakan, dan simpan. Untuk membayar zakat mal, Anda harus memenuhi ketentuan berikut :

  • Penuh, tidak bersama.
  • Tidak memiliki hutang.
  • Lebih dari setahun.
  • Sudah cukup nisab atau sudah mencapai nilai tertentu.
  • Memiliki potensi untuk berkembang.

Namun, tidak semua jenis harta dikenakan zakat wajib.

Baca Juga :  Malaikat Mikail

Jenis Jenis harta Zakat Mal

Berikut adalah beberapa zakat wajib yang terlibat:

  • Emas dan Perak

Emas dan perak yang harus dizakati, yaitu emas dan perak yang cukup nishab (sudah mencapai nilai tertentu) dan telah dimiliki selama setahun. Perhitungannya ialah jumlah zakat 2,5% dari nilai emas.

Misalnya, 100 gram emas. Jika Anda ingin membayar zakat, harga untuk 1 gram emas ialah 50.000. Karena itu, jumlah zakat yang perlu dibayarkan yaitu 100 x 50.000 x 2,5%, yang berarti 125.000

  • Binatang Ternak

Hewan ternak yang harus membayar zakat ialah mereka yang membawa manfaat bagi orang-orang, didorong atau tidak dipekerjakan, mencari makanan sendiri melalui padang rumput, telah dimiliki selama setahun dan mencapai Nishab (sudah mencapai nilai tertentu).

Perhitungan masing-masing hewan berbeda-beda. Sebagai contoh seekor sapi, jika jumlahnya mencapai 30ekor, maka zakatnya berupa seekor anak sapi betina atau jantan berumur setahun.

  • Pertanian dan Hasil Bumi

Produk pertanian dan semua hasil panen harus dibayar zakat jika mereka mencapai Nishab lima Wasaq atau sekitar 650 kg. Dan untuk kadar Zakat, ada dua jenis irigasi alami dan tidak alami.

Jika tidak alami, yang ditingkatkan oleh tenaga kerja manusia, kadar Zakatnya adalah 5%. Jika itu alami, yaitu oleh hujan atau mata air, maka 10% kadar zakatnya.

  • Perdagangan

Tijarah Zakat adalah zakat dalam hal barang dagangan. Zakat ini memiliki ketentuan, yang diambil dari modal dan dihitung dari penjualan barang sebesar 2,5%.

Zakat dapat dibayarkan dalam bentuk uang seharga barang atau berupa barang dagangan dan dapat dibayar secara sistem periodik.

Materi Terbaru: