Izhar Halqi

Posted on

Izhar Halqi

Suhupendidikan.com kali ini akan berbagi tentang bab Idzhar dan idgham

izhar dan idgham

Bacaan izhar

Sebagaimana dalam bacaan nun mati dan tanwin, maka yang dimaksud izhar adalah membunyikan huruf-huruf tertentu dari tempat keluarnya, tanpa disertai mendengung sehingga huruf-huruf tersebut tampak jelas.

Dari pengertian di atas tampak jelas bahwa bacaan izhar harus dibaca secara terang, sesuai dengan tempat keluarnya huruf tanpa disertai mendengung, samar-samar atau bahkan diubahnya. Adapun bacaan izhar dapat terjadi pada kondisi berikut ini:

Lam mati yang bertempat di fi’il

Setiap ada lam mati bertempat ditengah atau di akhir fi’il madhi, fi’il mudhari’, maupun fi’il amar, maka wajib dibaca izhar (terang). Hal itu terjadi jika mempunyai syarat sebagai berikut :

a. Lam tersebut bukan lam dalam Al Ta’rif
b. Huruf sesudah lam tersebut bukan huruf lam atau ra’.

Maka jika ada lam mati yang bertemu huruf hijaiyah selain lam dan ra’ yang mempunyai kriteria seperti diatas, maka harus dibaca izhar (terang).
Contoh:

جَعَلْنَا , قُلْنَا, وَضَلَلْنَا , وَاْلتَقٰى, قُلْ نَعَمْ, يَلْتَقِطْهُ , يُبَدِّلُ نِعْمَةَ اللهِ

Bacaan diatas tersebut izhar Fi’li (الإظهار الفعلى )

Dzal mati pada huruf “Idz” (اِذْ)

Apabila ada dzal mati pada “idz” bertemu huruf hijaiyah selain dzal dan zha’ maka wajib dibaca izhar (terang). Contoh:

إِذْتَبَرَّأَ , إِذْجَاؤُكُمْ , إِذْدَخَلُوْا , إِذْ سَمِعْتُمُوْهُ , وَإِذْ صَرَفْنــاَ , وَإِذْزَيَّنَ

Dal yang berada pada “Qad” قَدْ

Apabila ada dal mati bertemu huruf hijaiyah selain dal dan ta’ maka wajib dibaca izhar (terang), terlebih lagi tampak izhar nya jika bertemu dengan: ش , س , ط , ص ض, ج, ز, ذ . Demikian itu adalah untuk menjaga keutuhan qalqalahnya, contoh:

لَقَدْ جَآءَكُمْ , وَلَقَدْ ذَرَأْنَا , وَلَقَدْ زَيَّنَّــــا , قَدْ سَمِعَ , قَدْ شَغَفَهَا , وَلَقَدْصَرَفْنَا , فَقَدْ ضَلَّ , فَقَدْ ظَلَمَ

Ta’ Ta’nis Sakinah ( تأتأنيث ساكنة )

Jika ada Ta’ Ta’nis Sakinah (ta’ yang mati) bertemu dengan salah satu huruf 6 ini: ث , ج , ز , س , ص , ظ maka wajib dibaca izhar (terang), demikian itu karena ingin menjaga sifat Hams-nya (lihat keterangan sifat huruf).

Contoh:

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ , نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ
خَبَتْ زِدْنَاهُمْ , اَنْبَتَتْ سَبْعَ
حَضِرَتْ صُدُوْرُهُمْ , كَانَتْ ظَالِمَةً

Lam yang berada pada Bal dan Hal ( ْهَلْ , بَل )

Lam yang berada pada Bal dan Hal apabila bertemu huruf hijaiyah selain lam dan ra’, maka wajib dibaca izhar (terang). Contoh:

بَلْ كَانَ , بَلْ نَتَّبِعُكُمْ , هَلْ اَتٰــكَ , هَلْ فِي ذَالِكَ

Baca Juga :  Tugas Malaikat

Namun, jika lam pada bal (بَلْ ) tersebut bertemu ra’ dengan bacaan saktah (akan diterangkan pada bab selanjutnya), maka tetap dibaca izhar, bukan idgham. Contoh: بَلْسكتهرَانَ

Huruf Halq mati bertemu huruf hijaiyah

Jika ada salah satu huruf halaq ( خ , غ , ع ,ا ,ح , هـ , ) yang mati bertemu salah satu huruf hijaiyah, maka wajib dibaca izhar. Demikian itu karena huruf halaq pada dasarnya jauh dari bacaan idgham, karena jauhnya, maka ia dibaca sesuai dengan bacaan yang paling dekat dengannya yaitu izhar.
Contoh:

فَاصْفَحْ عَنْهُمْ , لَاتُزِغْ قُلُوْبَنَا , فَسَبِّحْهُ

Bacaan demikian itu disebut Izhar Halq ( الإظهار الحلقى )

Bacaan Idgham

Sebagaimana pada hukum nun mati atau tanwin, maka yang dimaksud dengan idgham adalah memasukkan sesuatu pada sesuatu, atau pengucapan dua huruf menjadi satu yakni seperti dua huruf yang ditasydid.
Dalam pengertian itu tampak bahwa bacaan idgham adalah bacaan yang harus dimasukkan. Huruf yang dianggap idgham harus dibaca menurut huruf didepannya, sehingga kedua huruf tersebut seakan-akan satu huruf yang ditasydid, walaupun bentuk hurufnya berbeda.

Sebagaimana dijelaskan oleh ulama Qurra’ secara ijmak bahwa idgham dibagi menjadi 3 macam :

  • 1. Idgham Mutamatsilain ( ادغام المتماثلين )
  • 2. Idgham Mutajanisain ( ادغام المتجانسين )
  • 3. Idgham Mutaqaribain ( ادغام المتقاربين)

Adapun masing-masing idgham tersebut, dibagi menjadi dua bagian yaitu :

Idgham Kubra ( ادغام الكبرى ) yaitu idgham yang terjadi manakala huruf yang diidghamkan pada huruf kedua sama-sama berupa huruf yang hidup.
Idgham Shughra ( ادغام الصغرى ) yaitu idgham yang terjadi manakala huruf pertama yang diidghamkan itu mati, sedang huruf kedua tetap hidup.

Untuk lebih jelasnya, ketiga bagian tersebut penulis ungkapkan secara rinci sebagai berikut:

Bacaan Idgham Mutamatsilain

Idgham Mutamatsilain dalam arti bahasa adalah idgham yang sepadan dan serupa. Sedang menurut istilah ahli Qurra’ adalah:

اِدْغَامُ اْلمُتَمَاثِلَيْنِ اَنْ يَتَّفِقَ الحَرْفَانِ صِفَةً وَمَخْرَجًا

“Idgham yang terjadi bila dua hurufnya itu sama-sama makhraj maupun sifatnya”

Dari pengertian tersebut, tampak bahwa Idgham Mutamatsilain adalah pertemuan dua huruf yang sama-sama dalam arti bentuknya, sehingga sama pula makhraj dan sifatnya.

Dan dari pengertian diatas pula, maka dapat ditentukan bahwa huruf idgham adalah semua huruf hijaiyah yang bertemu sepadan atau serupa. Misalnya:

Huruf ذ dengan ذ keduanya sama-sama jahar, Rakhawah, Istifal, Infitah dan Ishmat.
Huruf م dengan م keduanya sama-sama Makhraj syafatain, sedang sifatnya sama-sama jahar, Tawassuth, Istifal, Infitah Idzlaq dan Ghunnah.
Huruf ك dengan ك keduanya sama-sama Makhraj lisan, sedang sifatnya sama-sama Mahmus, Syiddah, istifal, infitah, dan Ishmat.

Kondisi itu mewajibkan dibaca idgham dengan cara huruf pertama wajib dimasukkan pada huruf kedua (hidup) seakan-akan keduanya tasydid walaupun semula tidak.

Sedangkan idgham mutamatsilain ini dibagi mejadi dua bagian yaitu Kubra dan shughra. Idgham Mutamatsilain Kubra adalah idgham mutamatsilain besar dalam istilah ulama Qurra’ adalah:

Baca Juga :  Niat Mandi Nifas, Haid, dan Wiladah

اِنْ تُحَـرَّكَ كِلَاهُمَا
“Jika kedua (hurufnya) dihidupkan”

Contoh:

1 الرَّحِيْمِ مَالِكِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ مِ bertemu مَ
2 رَجَعَ عَلَيْنَا رَجَعَ عَلَيْنَا عَ bertemu عَ
3 مَنَا سِكَكُمْ مَنَا سِكَكُمْ كَ bertemu كُ
4 وَطُبِعَ عَلٰی قُلُوْبِهِمْ وَطُبِعَ عَلٰی قُلُوْبِهِمْ عَ bertemu عَ

Sedang Idgham Mutamatsilain Shughra adalah idgham mutamatsilain kecil, dan dalam arti istilahnya:

اِنْ سُكِّنَ اَحَدُهُمَا
“ Jika salah satu diantara kedua hurufnya dimatikan”

Contoh :

1 بَلْ لَا يَخَافُوْنَ بَلْ لَا يَخَافُوْنَ لْ bertemu لَ
2 قَدْ دَخَلُوْا قَدْ دَّخَلُوْا دْ bertemu دَ
3 تَوَلَّوْا وَهُمْ تَوَلَّوْا وَّهُمْ وْ bertemu وَ
4 رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ تْ bertemu تِ

Namun tidak semua huruf hijaiyah yang sama makhraj dan sifatnya bertemu menjadi idgham, ada juga yang harus dibaca izhar, yaitu bertemunya huruf ي dengan ي dan و dengan و . Kedua huruf ini meskipun sepadan tetapi tidak boleh dimasukkan atau diidghamkan, karena jika diidghamkan berarti menghilangkan panjang (mad)nya, karena keduanya termasuk huruf mad.
Contoh:

1 إِصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا إِصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وْ bertemu وَ
2 فِي يَوْمٍ فِي يَوْمٍ يْ bertemu يَ
3 اٰمَنُوْا وَالتَّقَوْا اٰمَنُوْا وَالتَّقَوْا وْ bertemu وَ
4 اٰمَنُوْا وَعَمِلُوْا اٰمَنُوْا وَعَمِلُوْا وْ bertemu وَ

Bacaan Idgham Mutajanisain

Idgham Mutajanisain dalam arti bahasa berarti idgham yang sejenis. Namun menurut istilah ulama Qurra’ bahwa Idgham Mutajanisain adalah:

هُوَ مَااتَّخَدَمَخْرَجًاوَاخْتَلَفَ صِفَةً
“idgham yang terjadi bila hurufnya sama dengan makhrajnya, tetapi berbeda sifatnya”

Dari pengertian diatas, tampak jelas bahwa Idgham Mutajanisain harus sama dengan makhrajnya walaupun sifatnya berbeda. Misalnya:

Huruf ط dengan ت sama-sama makhraj lisan tetapi sifatnya berbeda. Tha’ Jahar sedangkan ta’ mahmus, tha’ Isti’la’ sedangkan ta’ Istifal, tha’ Ithlaq sedangkan ta’ Infitah.
Huruf ظ dengan ذ sama-sama makhraj lisan tetapi sifat zha’ pada isti’la’ sedangkan dzal di istifal. Zha’ Ithbaq sedangkan dzal infitah.
Huruf ذ dengan ت sama-sama makhraj lisan tetapi dzal sifatnya jahar, sedangkan ta; Mahmus, dzal Rakhawah sedang kan ta’ syiddah.

Kondisi demikian itu mewajibkan idgham yaitu huruf pertama dimasukkan pada huruf kedua sehingga seakan-akan menjadi satu huruf yang ditasydid.

Selanjutnya Idgham Mutajanisain dibagi menjadi dua bagian yaitu Kubra dan Shughra. Idgham Mutajanisain Kubra adalah Idgham Mutajanisain yang besar. Sedang dalam arti istilah adalah:

إِنْ تُحَرَّكَ كِلَاهُمَا
“Apabila kedua hurufnya hidup”

Contoh:

1 وَاْلتَأْتِ طَائِفَةٌ وَاْلتَأْتِ طَّائِفَةٌ تِ bertemu طَ
2 يُعَذِّبُ مَنْ يَشَآءُ يُعَذِّبُ مَّنْ يَشَآءُ بُ bertemu مَ
3 عَلٰی مَرْيَمِ بُهْتَانًا عَلٰی مَرْيَمِ بُّهْتَانًا مِ bertemu بُ
4 أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا أَنْ يَضْرِبَ مَّثَلًا بَ bertemu مَ

Sedangkan Idgham Mutajanisain Shughra adalah Idgham Mutajanisain kecil. Adapun menurut arti istilah adalah:

Baca Juga :  Contoh Mad

إِنْ سُكِّنَ اَحَدُهُمَا
“ Jika salah satu hurufnya ada yang dimatikan”

Contoh:

1 أُجِيْبَتْ دَعْوَتُكُمَا أُجِيْبَدْ دَعْوَتُكُمَا تْ bertemu دَ
2 اٰمَنَتْ طَائِفَةٌ اٰمَنَطْ طَائِفَةٌ تْ bertemu طَ
3 إِذْ ظَلَمُوْا إِظْ ظَلَمُوْا ذْ bertemu ظَ
4 قَدْ تَبَيَّنَ قَتْ تَبَيَّنَ دْ bertemu تَ

Bacaan Idgham Mutaqaribain

Idgham Mutaqaribain dalam arti bahasa berarti idgham yang berdekatan. Sedangkan menurut ulama Qurra’ adalah:

هُوَمَاتَقَرَّبَ مَخْرَجًا وَصِفَةً
“Idgham yang berdekatan hurufnya, baik makhraj maupun sifatnya”

Dari pengertian diatas tampak bahwa Idgham Mutaqaribain merupakan idgham yang tidak sama makhraj dan sifatnya, hanya saja huruf yang diidghamkan itu berdekatan makhraj dan sifatnya, sehingga cara membacanya huruf pertama harus dimasukkan ke huruf kedua, sehingga seakan-akan menjadi satu huruf yang di tasydid.
Misalnya:

Huruf ق dengan ك keduanya berbeda makhraj dan sifatnya, walaupun berdekatan. Makhraj Qaf pada pangkal lidah dekat anak lidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya. Sedang Kaf pada pangkal lidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya, yang agak sedikit keluar dari makhraj Qaf. Karena itu, kedua huruf tersebut berdekatan makhrajnya. Sedangkan sifat Qaf pada jahar dan Kaf pada mahmus, Qaf Istila’ sedangkan Kaf Istifal. Keduanya sama dalam sifat syiddah, infitah dan ishmat karena itu, Qaf dengan Kaf berdekatan makhraj dan sifatnya.
Huruf م dengan ب keduanya berbeda makhraj dan sifatnya, walaupun berdekatan. Makhraj mim dan Ba’ pada kedua bibir atas dan bawah bersama-sama. Sedangkan sifatnya mim pada Tawasuth dan Ba’ pada Syiddah. Dan keduanya sama-sama bersifat jahar, istifal, infitah, idzlaq. Karena itu keduanya merupakan huruf yang berdekatan baik makhraj maupun sifat.

Sedang Idgham Mutaqaribain dibagi menjadi 2 bagian yaitu Kubra dan Shughra. Idgham Mutaqaribain kubra adalah Idgham Mutaqaribain yang besar, dalam pengertian istilah adalah:

إِنْ تَحَرَّكَ كِلَاهُمَا
“Apabila kedua hurufnya dihidupkan”

Contoh:

1 مِنْ بَعْدِ ذَالِكَ مِنْ بَعْدِ ذَّالِكَ دِ bertemu ذَ
2 وَإِذَ النُّفُوْسُ زُوِّجَتْ وَإِذَ النُّفُوْسُ زُّوِّجَتْ سُ bertemu زُ
3 يَرْزُقُكُمْ يَرْزُقُكُّمْ قُ bertemu كُ
4 وَاثَقَكُمْ وَاثَقَكُّمْ قَ bertemu كُ

Sedangkan IdghamMutaqaribain Shughra adalah Idgham Mutaqaribain kecilو dalam pengertian istilah:

إِنْ سُكِّنَ اَحَدُهُمَا
”jika salah satu hurufnya ada yang dimatikan”

Contoh:

1 قَدْ سَمِعَ قَدْ سَّمِعَ دْ bertemu سَ
2 لَقَدْ جَاءَكُمْ لَقَدْ جَاءَكُمْ دْ bertemu جَ
3 يَلْهَثْ ذَالِكَ يَلْهَذْ ذَالِكَ ثْ bertemu ذَ
4 اَلَمْ نَخْلُقْكُمْ اَلَمْ نَخْلُكُّمْ قْ bertemu كُ

Demikianlah pembahasan tentang artiel ini, Semoga bermanfaat

Artikel lainya :