Isomer : Pengertian, Struktur , Rumus dan Isomer c7h16

Posted on

Suhupendidikan.com Bab Isomer yang meliputi pengertian isomer, pembagian serta contoh isomer

isomer

Pengertian Isomer

“Pada ilmu kimia, isomer adalah molekul-molekul dengan rumus kimia yang sama dan dengan jenis ikatan yang sama, namun mempunyai susunan atom yang berbeda bisa diibaratkan sebagai sebuah anagram”

Kebanyakan isomer mempunyai sifat kimia yang mirip satu sama lain. Juga ada istilah isomer nuklir, yaitu inti atom yang mempunyaitingkat eksitasi yang berbeda.

Contoh sederhana dari suatu isomer yaitu C3H8O.

Isomer Struktur

Keisomeran struktur terjadi karna perbedaan susunan ikatan antar atom maupun gugus fungsi dalam suatu molekul. Keisomeran struktur bisa dibedakan menjadi:

Isomer Kerangka

Senyawa yang merupakan isomer kerangka memiliki rumus molekul dan gugus fungsi sama, namun kerangka dengan berbeda. Contohnya, butana dengan rantai utama C4 dan 2-metilpropana dengan rantai utama C3.

Isomer Posisi

Senyawa yang merupakan isomer posisi memiliki rumus molekul dan gugus fungsi sama, namun posisi gugus pada kerangka yang berbeda. Contohnya, 1-butena dengan 2-butena berbeda posisi ikatan rangkap C=C; dan 1-butanol dengan 2-butanol berbeda posisi gugus hidroksil (–OH).

Isomer Gugus Fungsi

Keisomeran gugus fungsi ada pada senyawa dengan rumus molekul sama, namun berbeda gugus fungsi. Beberapa pasangan deret homolog yang berisomer gugus fungsi, adalah :

  1. alkanol (alkohol) dengan alkoksialkana (eter) dengan rumus umum: CnH2n+2O
    Contoh : etanol dengan metoksimetana (dimetil eter).
  2. alkanal (aldehida) dengan alkanon (keton) – dengan rumus umum: CnH2nO
    Contoh gugus fungsi aldehida yaitu : propanal dengan propanon.
  3. asam alkanoat (asam karboksilat) dengan alkil alkanoat (ester) dengan rumus umum: CnH2nO2
    Contoh gugus fungsi asam karboksilat yaitu : asam propanoat dengan metil etanoat.
Baca Juga :  Reaksi Redoks dan Elektrokimia : Pengertian dan Contoh Soal

Isomer Ruang (Stereoisomerisme)

Keisomeran ruang terjadi karena perbedaan konfigurasi ataupun susunan atom-atom dalam ruang. Keisomeran ruang bisa dibedakan menjadi 2 yaitu
Isomer Geometri
Isomer Isofis

Isomer Geometri

Keisomeran geometri terjadi sebab keterbatasan rotasi bebas pada suatu ikatan dalam molekul. Pada ikatan tunggal C–C, atom karbon bsa berotasi bebas pada atom karbon lainnya.

Tetapi pada ikatan rangkap dua C=C, rotasi atom karbon cenderung terbatas karena adanya ikatan pi. Oleh sebab itu, posisi atom atau gugus atom yang terikat oleh kedua atom C pada ikatan C=C tidak bisa berubah.

Keisomeran geometri ditemukan pada senyawa-senyawa dengan ikatan C=C di mana masing-masing atom C mengikat dua atom ataupun gugus atom yang berbeda. Berdasarkan posisi atom atau gugus atomnya, isomer geometri dibedakan menjadi bentuk cis dan juga bentuk trans.

Isomer cis adalah isomer di mana atom ataupun gugus atom sejenis ada pada sisi yang sama.
Isomer trans adalah isomer di mana atom ataupun gugus atom sejenis ada pada sisi bersebrangan.

Isomer Optis

Keisomeran optis terjadi jika senyawa mempunyai suatu atom asimetris. Pada senyawa karbon, keisomeran optis terjadi pada senyawa yang memiliki atom karbon asimetris, yaitu atom karbon yang terikat pada 4 atom ataupun gugus atom yang berbeda.

Jika dua gugus pada atom asimetris itu ditukarkan posisinya, maka akan terbentuk dua molekul berbeda yang merupakan bayangan cermin antara satu sama lainnya. Kedua molekul ini tidak bsa saling ditindihkan satu sama lain (non-superimposable). Sifat tidak saling tumpang tindih seperti tangan kiri di atas tangan kanan dan sebaliknya disebut juga sebagai kiral.

Demikianlah pembahasan mengenai isomer, Semoga bermanfaat

Artikel lainya :

Baca Juga :  Benzena : Kegunaan Benzena, Sifat, Rumus, Struktur, dan Contoh