Doa Bercermin

Posted on

Doa Bercermin.

Saat kita sedang ingin berdandan, kita pasti menggunakan cermin. Selain bisa melihat penampilan kita, kadang kita juga memperhatikan kondisi tubuh atau wajah saat bercermin.

Di balik fungsi pemantul cermin, sebenarnya ada juga fungsi cermin yang tidak disadari. Alat ini ternyata bisa membantu merefleksikan kedirian seseorang.

Bagi wanita, melihat wajah sendiri yang terlihat cantik tentu menimbulkan percaya diri dan perasaan bahagia. Apalagi kalau sudah berdandan rapi, rasa percaya diri muncul setelah melihat wajah sendiri.

doa bercermin
doa bercermin

Wajib bagi kaum wanita untuk bersyukur atas kecantian yang dimiliki-nya. Namun dianjurkan juga untuk memohon anugerah kecantikan bukan hanya pada fisik, namun juga akhlak.

Berpakaian. Merupakan suatu kebutuhan bagi manusia yang digunakan untuk memberikan kesan yang lebih baik dan pantas juga dihadapan orang. Berasal dari hal tersebut membuktikan bahwa semua mausia harus berpakaian karena memang kebutuhan pokok, selain pangan.

Kebutuhan pokok manusia menjadi makanan ini tentunya telah di atur dan telah di sunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW dari zaman dahulu. Sehingga berpakaian tidak boleh sembarangan karena segala kehormatan manusia tergantung dari pakaian yang di gunakan maka dari itu semu manusiya disunahkan untuk berdoa sebelom memakai pakaian.

Doa bercermin

Doa Bercermin
اَلْحَمْدُ لِلهِ كَمَا حَشَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِىْ
Alhamdulillahi kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii
Artinya:
Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku.

Doa ini berasal dari hadist yang di riwayatkan oleh Imam Nawawi rahimullah yang menuliskannya dalam kitab Al Adzkar, yang menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu pernah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam, apabila bercermin, beliau membaca doa di atas.

Baca Juga :  Doa Taubat

Menurut Hadits

Menurut hadist rMiwayat Al Thabrani dalam Ausath.

Sebenarnya, doa yang dibaca saat bercermin merupakan doa yang di ambil dari apa yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam. Doa-doa ini kemudian di sampaikan oleh sahabat sebagai pelajaran bagi para umat sebagai tanda besyukur atas kecantikan dan kesempurnaan fisik yang telah di berikan oleh Allah Swt.

Berdasarkan riwayat Al Thabrani dalam Ausath, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu pernah berkata bahwa apabila Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam ketika bercermin, beliau melafalkan doa:

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي سَوَّى خَلْقِى فَعَدَّلْهُ , وَصَوَّرَ صُوْرَةَوَجْهِى فَحَسَّنَهَا , وَجَعَلَنِى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Alhamdulillahilladzii sawwaykholqii fa’addalhu. Washowwaro shuurota wajhiifahassanahaa. Waja’alnii minal muslimiina.

Artinya:

Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindahnya, memuliakan rupa ku lalu membaguskannya dan yang telah menjadikan aku termasuk orang islam.

Hadis ini di riwayatkan oleh Ibnu Sunni dan di dhaifkan oleh Al Albani dalam Al Irwa’ dan Shahih wa dhaif al jami’ al shaghir no: 9936.

Berikut adab berpakaian.

Adab bercermin Dalam Islam

Bercermin tak pernah terlupakan untuk dilakukan bagi perempuan dan laki-laki. Cermin menjadi pantulan seseorang dalam menentukan penampilan.

Alangkah baiknya adab bercermin perlu diperhatikan. Cermin atau kaca juga bisa dijadikan sebagai alat ukur memantaskan penampilan. Akan tetapi, islam ternyata memiliki adab untuk bercermin di kehidupan sehari-hari.Contohnya dengan membaca ayat berikut ini;

ahumma kamaa hassanta khalqi fa hassin khuluqi”

Artinya:

“Ya Allah, sebagaimana telah Engkau baguskan penciptaanku, maka baguskan pula akhlakku”.

Rasulullah SAW telah mengajarkan kita untuk selalu mengingat kepada Alloh SWT. Dengan begitu, kamu akan selalu merasa bersyukur atas segala karunia yang diberi Alloh Swt yang telah diberian dalam kehidupan. Alloh SWT telah memberikan yang pantas dan yang terbaik untukmu.
Karena sesungguhnya, gambaran diri pada kaca hanya fatamorgana yang terbungkus rapi akan ego dan sifat iri.

Baca Juga :  Bacaan Wirid dan Doa Setelah Sholat Lima Waktu

Seperti yang telah diriwayatkan oleh Abu al-Syaikh Al-Ashbahani dalam Akhlak al-Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘Anha dengan isnad yang dha’if jiddan oleh Al-Albani; “Segala puji bagi Allah, Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku.”

Sesempurna apapun wajahmu di cermin, namun tidak diimbangi dengan akhlaq yang baik maka semuanya akan menjadi tiada artinya.

Baca Juga :