Contoh Idgham Mutajanisain dan Idgham Mutamatsilain

Posted on

Suhupendidikan.com Kali ini akan berbagi tentang contoh hukum bacaan Idgham yaitu Mitslii dan Jinsii atau yang lebih dikenal dengan nama Idgham Mutajanisain dan Idgham Mutamatsilain

Contoh Idgham Mutajanisain dan Idgham Mutamatsilain
Contoh Idgham Mutajanisain dan Idgham Mutamatsilain

Contoh Idgham Mutamatsilain

Ketika terdapat dua huruf yang sama dan huruf pertama mati, maka wajib dibaca idhghom mitslii. Baik ketika dalam satu kalimah seperti lafadh: يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ, atau dua kalimah seperti lafadh: اِذْذَهَبَ

Contoh diatas kita cari yang semisal, seperti ta’ mati bertemu ta’.
Ini wajib dibaca idgham mitslii, seperti lafadh: فَمَارَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ
terecuali jika ada wawu mati yang jatuh setelah dhommah dan didepannya terdapat huruf wawu.
Contoh: اِصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا
Atau saat ada ya’ mati yang jatuh setelah kasrah dan didepannya terdapat huruf ya’. Contoh: فِى يَوْمٍ ini wajib dibaca idhar, tidak boleh dibaca idgham supaya panjangnya bacaan wawu dan ya’ tidak hilang.

Saat terdapat ta’ mati bertemu dal atau tha’ harus dibaca idgham jinsii.
Contoh: اُجِيْبَتْ دَعْوَتُكُمَا ==> اُجِيْبَ دَّعْوَتُكُمَا
امَنَتْ طَائِفَةٌ==> امَنَطَّائِفَةٌ
Begitu juga wajib dibaca idham jinsii jika ada dzal mati (ذْ) bertemu dha’ (ظ).
Contoh: اِذْظَلَمُوْا ==> اِظَّلَمُوْا

Contoh Idgham Mutajanisain

Ketika terdapat dal mati bertemu ta’, dan lam mati bertemu dengan ra’ maka wajib dibaca idgham jinsii.
Contoh:
لَقَدْ تَابَ wajib dibaca: لَقَتَّابَ
قُلْ رَبِّ , بَلْ رَفَعَهُ wajib dibaca: , بَرَّفَعَهُ قُرَّبِّ
هَلْ رَاَيْتُمْ wajib dibaca: هَرَّاَيْتُمْ

Itu semua menurut kesepakatan ulama qurra’.

Contoh Lainya

1 يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ Idgham mitslii shaghiir kaf mati bertemu kaf
2 اِذْذَهَبَ Idgham mitslii shaghiir dzal mati bertemu dzal
3 الرَّحِيْمِ مَالِكِ Idgham mitslii kabiir mim berharakat bertemu mim
4 فَمَارَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ Idgham mitslii shaghiir ta’ mati bertemu ta’
5 اِصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا Idhar wawu mati setelah dhommah bertemu wawu
6 فِى يَوْمٍ Idhar ya’ mati setelah kasrah bertemu ya’
7 ثُمَّ اتَّقَوْا وَامَنُوْا Idgham mistlii shaghiir wawu mati setelah fathah bertemu wawu
8 اُجِيْبَتْ دَعْوَتُكُمَا Idgham jinsii shaghiir ta’ mati bertemu dal
9 امَنَتْ طَائِفَةٌ Idgham jinsii shaghiir ta’ mati bertemu tha’
10 اِذْ ظَلَمُوْا Idgham jinsii shaghiir dzal mati bertemu dha’
11 وَالْتَاءْتِ طَائِفَةٌ dgham jinsii kabiir ta’ berharakat bertemu tha’
12 لَقَدْ تَابَ Idgham jinsii shaghiir dal mati bertemu ta’
13 قُلْ رَّبِّ Idgham jinsii shaghiir lam mati bertemu ra’

Catatan:
Idgham dibagi menjadi dua yaitu: Mitslii dan Jinsii (مِثْلِى, جِنْسِى)
1. Idgham Mitslii: idghamnya dua huruf yang cocok makhraj dan sifatnya. Misalnya dal bertemu dal, ba’ bertemu dengan ba’, kaf bertemu kaf.
2. Idgham Jinsii: idghamnya dua huruf yang cocok makhrajnya namun berbeda sifatnya. Misalnya tha’ (ط) bertemu dal (د) , dzal (ذ)bertemu dha’ (ظ) .

– Jika terdapat wawu mati yang jatuh setelah harakat fathah dan di depannya terdapat huruf wawu, maka wajib di idghamkan. Contoh: ثُمَّ اتَّقَوْاوَاَمَنُوا
Dan wajib di idghamkan juga jika ada ya’ mati yang jatuh setelah harakat fathah dan di depannya ada huruf ya’. Contoh: لَدَىَّ

Demikianlah contoh dari Idgham Mutajanisain dan Idgham Mutamatsilain, Semoga bermanfaat

Artikel lainya :

 

Baca Juga :  Ulama