Cinta Tanah Air Menurut Al-Qur’an dan Al Hadist (Hubbul Waton Minal Iman)

Posted on

Suhupendidikan.com kali ini akan berbagi tentang doa cinta tanah air yang di panjatkan oleh nabi Ibrahim dan di abadikan dalam Al-Qur’an.

Istilah nasionalisme yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia mempunyai dua pengertian: paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri serta kesadaran keanggotaan pada suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran serta kekuatan bangsa. Nasionalisme dalam arti sempit bisa diartikan sebagai cinta tanah air.

Berbicara tentang kemanan negara mari belajar kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita untuk mencintai negeri sendiri. Dengan menciptakan keamanan dalam negara maka itu akan mendatangkan ketenangan bagi semua penghuninya.

cinta tanah air
cinta tanah air

Doa Nabi Ibrahim

Salah satu doa Nabi Ibrahim mengenai hal ini diabadikan dalam Al-Qur’an dalam Surat al-Baqarah ayat 126

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Artinya:
“Ya TuhanKu, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berilah rezeki dari buah-buahan pada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Alloh dan hari kemudian.”

Dalam sejarahnya, Nabi Ibrahim telah beberapa kali pindah tempat tinggal. Mulai dari Babilonia pindah ke Suriah, pindah lagi ke Palestina. Lalu, Nabi Ibrahim pindah ke Makkah. Di sana, Nabi Ibrahim merasakan kebahagiaan juga mendapatkan berbagai nikmat yang tak didapatkan di tempat lainnya. Tak heran, jika Nabi Ibrahim sangat mencintai Makkah.

Rasa cinta itu dibuktikan nabi Ibrahim dengan selalu berdoa untuk Makkah. Ia memohon supaya negerinya menjadi negeri yang aman, penduduknya hidup makmur, dan dipenuhi oleh orang-orang yang beriman. Makanya, Makkah sering disebut dengan tanah atau wilayah haram. Yakni wilayah yang dimuliakan Alloh dan diharamkan segala macam bentuk kerusakan.

Baca Juga :  Iqlab

Hikmah kisah di atas, mendorong kita mencintai negeri kelahiran dengan sepenuh jiwa dan raga. Rasa cinta tanah air itu dipupuk sejak dini. Agar tiap generasi merasa cinta kepada tanah airnya sendiri. Berdoa untuk tanah air itu juga sebagai salah satu bentuk cinta tanah air. Doa itu mudah dilakukan tapi mendatangkan keberkahan untuk banyak orang.

Dalil Cinta Tanah Air (Al-Qur’an)

Selain dalil dari doa nabi Ibrahim yang di abadikan dalam Al-Qur’an di atas. salah satu ayat Al-Qur’an yang menjadi dalil cinta tanah air menurut para ahli tafsir yaitu adalah surat Al-Qashash ayat 85:

إِنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لَرَادُّكَ إِلَى مَعَادٍ

Artinya: “Sesungguhnya Alloh yang mewajibkan atas kamu melaksanakan hukum-hukum Al-Qur’an benar-benar akan mengembalikan kamu kepada tempat kembali.”
(QS. Al Qashash: 85)

Para mufassir menafsirkan kata “معاد” terbagi menjadi beberapa pendapat. Ada yang menafsirkan kata “معاد” dengan Makkahada juga yang maenngartikan akhirat, kematian, dan hari kiamat. Tetapi menurut Imam Fakhr Al-Din Al-Razi dalam tafsirnya Mafatih Al-Ghaib, mengatakan bahwasanya pendapat yang lebih mendekati yaitu pendapat yang menafsirkan dengan Makkah.

Syekh Ismail Haqqi Al-Hanafi Al-Khalwathi (wafat 1127 H) dalam tafsirnya Ruhul Bayan mengatakan:

وفي تَفسيرِ الآيةِ إشَارَةٌ إلَى أنَّ حُبَّ الوَطَنِ مِنَ الإيمانِ، وكَانَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ كَثِيرًا: اَلْوَطَنَ الوَطَنَ، فَحَقَّقَ اللهُ سبحانه سُؤْلَهُ ……. قَالَ عُمَرُ رضى الله عنه لَوْلاَ حُبُّ الوَطَنِ لَخَرُبَ بَلَدُ السُّوءِ فَبِحُبِّ الأَوْطَانِ عُمِّرَتْ البُلْدَانُ.

Artinya: “Di dalam tafsirnya ayat (QS. Al-Qashash:85) ada suatu petunjuk atau isyarat bahwa “cinta tanah air sebagian dari iman”. Rasululloh SAW (dalam perjalanan hijrahnya menuju Madinah) banyak sekali menyebut kata; “tanah air, tanah air”, kemudian Alloh SWT mewujudkan permohonannya (dengan kembali ke Makkah)….. Sahabat Umar RA berkata; “Jika bukan karena cinta tanah air, niscaya akan rusak negeri yang jelek (gersang), maka sebab cinta tanah air lah, dibangunlah negeri-negeri”. (Ismail Haqqi al-Hanafi, Ruhul Bayan, Beirut, Dar Al-Fikr, Juz 6, hal. 441-442)

Baca Juga :  Izhar Halqi

Kemudian, ayat yang menjadi dalil cinta tanah air menurut ulama yaitu Al-Qur’an surat An-Nisa’ ayat 66.

Dalil Cinta Tanah Air dari Hadits

Berikut adalah hadits yang menjadi dalil cinta tanah air menurut penjelasan para ulama ahli hadits, yang dikupas secara jelas

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا ……. وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ .

Artinya:
“Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi Muhamad SAW saat kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding madinah lalu beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau SAW pada Madinah. (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany (wafat 852 H) dalam kitabnya Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari (Beirut, Dar Al-Ma’rifah, 1379 H, Juz 3, hal. 621), menegaskan bahwa dalam hadits tersebut terdapat dalil (petunjuk): pertama, dalil atas keutamaan kota Madinah; kedua, dalil disyariatkannya cinta tanah air dan rindu padanya.

Badr Al-Din Al-Aini (wafat 855 H) dalam kitabnya ‘Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari menyatakan bahwa :

وَفِيه: دَلَالَة عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّةِ حُبِّ الوَطَنِ وَاْلحِنَّةِ إِلَيْهِ

Artinya;
“Di dalamnya (hadits) terdapat dalil (petunjuk) atas keutamaan Madinah, dan (petunjuk) atas disyari’atkannya cinta tanah air dan rindu padanya.” (Badr Al-Din Al-Aini, Umdatul Qari Syarh Shahih Bukhari, Beirut, Dar Ihya’i Al-Turats Al-Arabi, Juz 10, hal. 135)

Syair Cinta Tanah Air

Mars ini luar biasa, setiap orang yang menyanyikan mars ini akan merasa semangat nasionalisme. Pengarang Mars ini yaitu KH. Wahab Hasbullah dimana artinya penuh makna yang tersirat dan tersurat. yaitu syair Ya Lal Wathon

Baca Juga :  Zakat : Jenis, Hukum, Ketentuan, Beserta Dalil Al_Qur'an dan Haditsnya

Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah (lahir di Jombang, 31 Maret 1888 — meninggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun) merupakan seorang ulama . KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan seorang ulama yang berpandangan modern

Dakwahnya dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Bapak Presiden Joko Widodo tanggal 7 November 2014. Adapun cuplikan syairnya yaitu sebagai berikut :

Ya Lal Wathon3x
Hubbul Wathon minal Iman
Wala Takun minal Hirman
Inhadlu ‘Alal Wathon
2x

Indonesia Biladi
Anta Unwanul Fakhoma
Kullu May Ya’tika Yauma
Thomi hayyalqo Himaama

Pusaka hati wahai tanah airku
Cintaku dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah hai bangsaku !
2x

Indonesia negriku
Engkau Panji Martabat ku

Siapa datang mengancammu
Kan binasa dibawah durimu !

demikianlah penjelasan mengenai artikel ini, Semoga bertambah wawasan

Artikel Lainya :