Cara Menyapih Anak

Posted on

Pada kali ini kita akan membahas makalah atau materi tentang cara menyapih anak yang meliputi Penjelasan, menurut islam yang tepat dan mudah dilakukan

Cara Menyapih Anak

Cara Menyapih Anak Menurut Islam

Penjelasan Cara Menyapih Anak

Cara menyapih anak ialah waktu di mana dia mulai berpindah dari tadinya hanya asih saja dengan disapih atau diganti dengan makanan yang padat. Proses ini ialah merupakan suatu langkah yang dilaksanakan secara bertahap hingga anak benar-benar tidak lagi menyusu lagi dengan ibunya, umumnya sampai anak memasuki umur 2 tahun. Pada biasanya, waktu sempurna buat mulai menyapih anak ialah dikala dia berumur 6 bulan.

Tetapi, proses ini dapat lebih singkat ataupun lebih lama bergantung dari pertumbuhan masing- masing anak yang tidak dapat disama ratakan.

Nah, momen menyapih ini sangat perlu untuk dicermati serta diterapkan dengan sebaik- baiknya supaya tidak terjalin‘ drama’ disaat menjalaninya.

Dalam Islam juga proses menyapih ternyata telah di atur sedemikian rupa supaya senantiasa aman untuk Mama ataupun sang Kecil.

Kemudian, bagaimanakah ketentuan dan umur yang pas buat menyapih bagi ketentuan serta hukum Islam?

1. Niatkan serta berdoa

Cara Menyapih Anak

Metode menyapih anak bagi islam yang sangat terpenting ialah kemauan serta doa dalam tiap prosesnya.

Dalam Islam, kita seluruhnya dianjurkan untuk selalu senantiasa membaca“ Bismillah” saat sebelum mengawali kegiatan baik, demikian juga pada saat hendak menyapih.

Baca Juga :  Doa Akhir Tahun

Tidak terdapat doa spesial buat mempersiapkan sang Kecil supaya tidak lagi ketergantungan ASI. Tetapi supaya lebih maksimal, Mama dapat memanjatkan doa buat kelancaran menyapih tiap hari sesudah salat fardhu agar Allah senantiasa meridhoi apa yang kita lakukan.

2. Perhatikan umur anak

Cara Menyapih Anak

Dari segi umur, Islam menganjurkan kita sebagai orang tua untuk menyapih anak pada umur  memasuki 2 tahun.

Semua ini bukan tanpa dasar, tetapi Allah SWT telah berfirman menimpa perihal ini dalam Alquran surah Al- Baqarah, ayat 233.

Wal- wālidātu yurḍina aulādahunnaḥaulaini kāmilaini liman arāda ay yutimmar- raḍāah, wa alal- maulụdi lahụ rizquhunna wa kiswatuhunna bil- marụf, lā tukallafu nafsun illā wusahā, lā tuḍārra wālidatum biwaladihā wa lā maulụdul lahụ biwaladihī wa alal- wāriṡi miṡlużālik, fa in arādā fiṣālan an tarāḍim min- humā wa tasyāwurin fa lā junāḥa alaihimā, wa in arattum an tastarḍiū aulādakum fa lā junāḥa alaikum iżā sallamtum māātaitum bil- marụf, wattaqullāha walamū annallāha bimā tamalụna baṣīr

Arti dan maksudnya adalah :

Para bunda hendaklah menyusukan anak- anaknya sepanjang 2 tahun penuh, yakni untuk yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban bapak ialah memberikan makanan serta baju kepada para bunda dengan metode ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan sesuai dengan kesanggupannya. 

Janganlah sampai bunda merasakan kesengsaraan dikarenakan anaknya serta seorang bapak dikarenakan anaknya, serta warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya mau menyapih( saat sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya serta permusyawaratan, hingga tidak terdapat dosa atas keduanya. Serta bila kalian mau anakmu disusukan oleh orang lain, hingga tidak terdapat dosa bagimu apabila kalian membagikan pembayaran yang pantas. Bertakwalah kalian kepada Allah serta ketahuilah kalau Allah Maha Memandang apa yang kalian kerjakan.( QS Al- Baqarah, ayat 233)

Baca Juga :  Cara Sholat Tahajud

3. Bersikaplah tabah serta bijaksana

Cara Menyapih Anak

Menyapih anak bukanlah masalah yang gampang dan mudah setiap kali bunda diliputi rasa tidak tega tiap kali memandang si anak menangis dikarenakan ingin minum ASI dari bundanya.

Walaupun begitu, tetaplah tabah dalam menjalaninya. Tumbuhan perilaku tidak berubah- ubah pada diri serta hati bunda kalau ini dilakukan demi kebaikan si anak.

Boleh saja dengan cara memakai trik tertentu yang dinilai nyaman. Misalnya, berupaya buat mengoleskan sebagian bahan getir pada puting susu ataupun memberi warna buah dada dengan corak gelap sampai membuat anak enggan buat menyusui.

Apapun metode yang dicoba, hendaknya bunda senantiasa memperhatikan psikologis anak, sebab proses menyapih hendaknya bebas dari bermacam perihal yang membuat sang Kecil trauma secara psikologis.

4. Tahu dengan detail tentang data MPASI yang baik dan benar

Cara Menyapih Anak

Dalam ajaran agama Islam, kandungan halal serta toyyib ataupun halal dan kebaikan santapan jadi perihal yang sangat penting untuk kita cermati. Perihal ini pastinya juga berlaku buat pemberian MPASI pada sang Kecil.

Tidak cuma halal, Bunda juga hendaknya memerhatikan kandungan kebaikan dari makanan tersebut untuk anak. Perluas pengetahuan Bunda dengan mengenali tekstur, bahan, serta isi santapan serta minuman yang sesuai dengan umur si anak.

Dengan begitu, sehabis lepas ASI, anak juga masih senantiasa memperoleh konsumsi nutrisi yang baik dari makanannya.

5. Jalani secara perlahan

Cara Menyapih Anak

Menyapih ialah proses yang memerlukan waktu serta kerjasama antara orangtua dengan anak. Jangan terlalu memaksakan terlebih menyamakan sang Kecil dengan anak yang lain.

maka dengan ini, cobalah jalani komunikasi yang baik dengan sang Kecil kalau dia telah lumayan besar buat tidak lagi menyusu.

Baca Juga :  Surat Al-Qur'an

Bunda pula bisa dengan bertahap menyesuaikan sang Kecil minum ASI di botolnya setelah itu lama kelamaan mengubahnya dengan susu resep di dalam botol.

6. Kedudukan Papa dalam menyapih Si anak

Cara Menyapih Anak

Metode menyapih anak bagi Islam yang lain yang harus kita cermati yakni keterlibatan dan kedudukan bapaknya dalam tiap proses penyapihan.

Islam sangat mengendalikan perihal ini yang telah banyak ditegaskan dalam hal tanggung jawabnya dalam Al- Quran.

Sebagian kedudukan vital Papa dalam proses ini antara lain:

  • Membagikan sokongan serta dorongan moral.
  • Sediakan fasilitas buat berikan kebutuhan terbaik anak serta Mama.
  • Bila Papa wafat sepanjang masa menyusui serta menyapih, bayaran perawatan anak wajib ditanggung oleh pakar warisnya( umumnya kakek dari pihak Papanya si anak).
  • Mangulas serta memutuskan menyapih bersama dengan Mama.

Kenyataan kalau seorang bapak wajib jadi orang yang paling utama yang bertanggung jawab atas keuangan itulah yang paling penting dalam Islam, apalagi bila pendamping berpisah, Papa wajib terus membayar tanggungan Bunda serta anak hingga anak disapih ( dalam waktu 2 tahun). 

Demikian dan sekian itulah tadi uraian singkat yang bisa kami jelaskan semoga bisa bermanfaat terima kasih.

Artikel Lainnya :