Benzena : Kegunaan Benzena, Sifat, Rumus, Struktur, dan Contoh

Posted on

Suhupendidikan.com Bab Benzena

benzena
benzena

Pengertian Benzena

Benzena yang umum dikenal dengan benzol, yaitu senyawa kimia organik yang merupakan cairan tidak berwarna dan mudah terbakar dan memiliki bau yang manis.

Benzena terdiri atas 6 atom karbon yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen berikatan pada tiap 1 atom karbon. Benzena adalah salah satu jenis hidrokarbon aromatik siklik dengan ikatan pi yang tetap. Benzena yaitu salah satu komponen minyak bumi, dan merupakan salah satu bahan petrokimia yang dasar serta pelarut yang penting pada dunia industri.

Karena mempunyai bilangan oktan yang tinggi, maka benzena adalah salah satu campuran penting pada bensin. Benzena juga bahan dasar pada produksi obat-obatan, plastik, bensin, karet buatan, dan pewarna.

Benzena adalah kandungan alami pada minyak bumi, namun umumnya didapat dari senyawa lainnya yang ada dalam minyak bumi. Karena memiliki sifat karsinogenik, maka pemakaiannya selain bidang non-industri menjadi sangat terbatas.

Rumus Benzena

rumus kimia C6H6, PhH

Senyawa-senyawa turunan Benzena

senyawa turunan benzena

Banyak senyawa kimia yang berasal dari benzena. Senyawa yang dibuat dengan cara menggantikan satu ataupun lebih atom hidrogen pada benzena dengan gugus fungsional lainnya.

Contoh dari senyawa turunan benzena sederhana yaitu :

  1. Fenol
  2. Toluena
  3. Anilina

Atom karbon pada cincin benzena digantikan oleh elemen lainnya. Salah satu senyawa turunan yang paling penting yaitu cincin yang mengandung nitrogen. Penggantian satu CH dengan N dapat membentuk senyawa piridina pyridine, C5H5N. Walaupun benzena dan piridina secara struktur berhubungan, Akan tetapi benzena tidak bisa diubah menjadi piridina.

Penggantian ikatan CH kedua dengan N dapat membentuk senyawa piridazin, pirimidin atau pirazin tergantung daripada posisi atom N yang menggantikan CH.

Baca Juga :  Reaksi Redoks dan Elektrokimia : Pengertian dan Contoh Soal

Penggunaan Benzena

Benzena umumnya digdipakai unakan sebagai bahan dasar dari senyawa kimia lainnya. Sekitar 80% benzena dikonsumsi dalam 3 senyawa kimia yang utama yaitu :

  1. etilbenzena
  2. kumena
  3. sikloheksana

Senyawa turunan yang paling terkenal yaitu etilbenzena, karena menjadi bahan baku stirena, yang nantinya akan diproduksi menjadi plastik dan polimer lainnya. Kumena dipakai sebagai bahan baku resin dan juga perekat. Sikloheksana dipakai dalam pembuatan nilon. Sejumlah benzena lain pada jumlah sedikit juga dipakai pada pembuatan karet, pelumas, pewarna, obat, bahan peledak, dan pestisida.

Di Amerika Serikat dan Eropa, 50% dari benzena dipakai pada produksi etilbenzena/stirena, 20% digunakan dalam produksi kumena, dan sekitar 15% dipakai untuk produksi sikloheksana.

Saat ini, produksi dan permintaan benzena di Timur Tengah mencatat kenaikan sebagai yang tertinggi di dunia. Kenaikan produksi diperkirakan akan meningkat hingga 3,7% dan permintaan akan meningkat 3,3% per tahunnya hinggatahun 2018. Meskipun demikian, kawasan Asia-Pasifik tetap akan mendominasi pasar benzena dunia, dengan permintaan kira-kira setengah permintaan global dunia

Pada penelitian laboratorium, saat ini toluena sering dipakai sebagai bahan pengganti benzena. Sifat kimia toluena dengan benzena mirip, tetapi toluena lebih tidak beracun dari benzena.

Struktur Benzena

Benzena mempunyai rumus kimia C6H6. Perbandingan jumlah atom C dan H-nya menunjukkan bahwa benzena amat tidak jenuh. Pada mulanya, para ahli mengusulkan bahwa benzena mempunyai struktur alifatik dengan adanya ikatan rangkap dua ataupun tiga. Namun, pada faktanya benzena tak memperlihatkan sifat ketidakjenuhan dari struktur demikian. Hasil eksperimen menunjukkan sifat-sifat benzena seperti:

Benzena sangat stabil (tidak reaktif).
Benzena tidak bereaksi dengan Br2, terkecuali dengan bantuan katalis. Hal ini tak sesuai dengan sifat ketidakjenuhan alkena ataupun alkuna yang amat mudah diadisi oleh bromin.

Baca Juga :  Unsur Kimia : Gas Mulia, Halogen, Logam Alkail, Alkali Tanah dan Unsur Periodik

Monosubstitusi atom halogen (X) pada benzena menghasilkan satu jenis senyawa, yaitu C6H5
Hal ini menunjukkan bahwa tak ada keisomeran geometri sebagaimana pada alkena.

Artikel Lainya :