Belajar Huruf Hijaiyah

Posted on

Belajar Huruf Hijaiyah . Suhupendidikan.com kali ini akan berbagi wawasan mengenai huruf-huruf hijaiyah beserta tanda harokat yang mana menjadi dasar dalam membaca Al-Qur’an. berikut penjelasanya secara lengkap

huruf hijaiyah paud
huruf hijaiyah paud

Agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, kita perlu mengenali huruf demi huruf hijaiyah, yang merupakan huruf dalam aksara Arab.

Belajar Huruf Hijaiyah

Penulisan huruf hijaiyah dalam huruf latin (huruf dari bahasa Indonesia, terkadang dilambangkan dengan dua macam huruf, ini merupakan cara untuk memudahkan dalam membaca huruf hijaiyah yang mempunyai kekhususan dalam mengucapkannya (mahraj).

“Mahraj merupakan tempat keluarnya huruf pada waktu huruf tersebut dibunyikan”

Cara penulisan latin sering ditemukan huruf yang seharusnya dibaca dengan bunyi (o) justru dilambangkan dengan huruf (a) seperti misalnya huruf ra, kha, shad, dhad, tha, zha dan ghain. yang seharusnya dibaca dengan bunyi  ro, kho, shod, dhod, tho, zho dan ghoin. namun tak mengapa dalam tulisan karna sebatas untuk memahami saja

Berikut adalah huruf-huruf hijaiyah

huruf hijaiyah

Tanda Baca (Harakat)

Harakat dipakai untuk mempermudah cara melafazkan huruf dalam ayat Al Quran. Tanda baca disebut juga dengan baris yang digunakan untuk membaca huruf hijaiyyah. terdapat macam-macam tanda baca yaitu :

1. Tanda baca fathah

Tanda baca fathah yang umum disebut baris atas. yang memiliki arti letak barisnya di atas huruf hijaiyyah.

Contoh :
ketika fathah di letakkan di atas huruf “alif” maka dibaca A
ketika fathah diletakkan di atas huruf “ba” maka dibaca BA. dan begitu seterusnya.

Baca Juga :  Bacaan Sholat Maghrib

contoh fathah

2. Tanda baca kasroh

Tanda baca kasrah umum disebut baris bawah. yang memiliki arti letak barisnya ada di bawah huruf hijaiyyah.

Contoh :
tanda baca kasrah di letakkan di bawah huruf “alif” maka dibaca I
tanda baca kasrah diletakkan di bawah huruf “ba” maka dibaca BI. dan begitu juga seterusnya.

contoh kasroh

3. Tanda baca dhommah

Tanda baca dhammah umum disebut baris depan. Artinya letak barisnya ada di depan huruf hijaiyyah.

Contoh :
ketika tanda baca dhommah di letakkan di depan huruf “alif” maka dibaca U
ketika tanda baca dhommah diletakkan di depan huruf “ba” maka dibaca BU. dan begitu seterusnya.

contoh dhomah

4. Tanda baca tanwin fathah

Tanda baca tanwin fathah umum disebut baris dua di atas. Artinya leta barisnya ada dua dan di atas huruf hijaiyyah.

Contoh :
ketika tanwin fathah di letakkan di atas huruf “alif” maka dibaca AN
ketika tanwin fathah diletakkan di atas huruf “ba” maka dibaca BAN. dan begitu seterusnya.

contoh tanwin fathah

5. Tanda baca tanwin kasroh

Tanda baca tanwin kasrah umum disebut baris dua di bawah. Artinya letak barisnya ada dua dan di bawah huruf hijaiyyah.

Contoh :
ketika tanwin kasroh di letakkan di bawah huruf “alif” maka dibaca IN
ketika tanwin kasroh diletakkan di bawah huruf “ba” maka dibaca BIN. dan begitu seterusnya.

contoh tanwin kasroh

6. Tanda baca tanwin dhommah

Tanda baca tanwin dhommah umum disebut baris dua di depan. Artinya letak barisnya ada dua dan di depan huruf hijaiyyah.

Contoh :
ketika tanwin dhammah di letakkan di depan huruf “alif” maka dibaca UN
ketika tanwin dhammah diletakkan di depan huruf “ba” maka dibaca BUN. dan begitu seterusnya.

Baca Juga :  Bacaan Tasbih

contoh tanwin dhomah

7. Tanda baca sukun

Tanda baca sukun umum disebut baris mati. Letas barisnya di atas huruf hijaiyyah. Tanda baca ini hanya bisa dibaca apabila didahului huruf berbaris fathah ataupun kasroh dan dhommah.

Contoh :
Saat huruf “Mim” berbaris dhommah dan huruf “Sin” berbaris sukun maka yaitu dibaca MUS
Saat huruf “Alif” berbaris Fathah dan huruf “Lam” berbaris sukun maka yaitu dibaca AL. dan begitu seterusnya.

contoh sukun

8. Tanda baca tasydid

Tanda baca tasydid umum disebut baris syaddu. Letak barisnya di atas huruf hijaiyyah. Tanda baca ini fungsinya menggandakan bacaan.

Contohnya :
Saat huruf “Ta” berbaris Fathah dan huruf “Ba” berbaris tasydid fathah maka dibaca nya TABBA
Saat huruf “Ĥa” berbaris Fathah dan huruf “Ya” berbaris tasydid fathah maka dibacanya ĤAYYA. dan begitu juga seterusnya.

contoh tasjidDemikianlah wawasan yang bisa kami sampaikan, Semoga bermanfaat

Artikel lainya :