Arti Tawadhu

Posted on
arti tawadhu

Kali ini kita akan membahas makalah atau materi tentang arti tawadhu yang meliputi pengertian, hadits, ciri-ciri dan contohnya lengkap

Pengertian

Dalam bahasa tawadhu berarti “ketundukan” atau “kerendahan hati”, dan asal katanya berasal dari tawadha’atil ardhu”, yang berarti “bumi lebih rendah daripada tanah di sekitarnya.” Intinya adalah untuk merasa di bawah orang lain di depan Allah SWT.

Sementara istilah tawadhu menunjukkan penyerahan atau, dengan kata lain, penyerahan kepada otoritas kebenaran, disertai dengan rasa kesediaan untuk menerima kebenaran dari siapa saja yang berbicara itu, dari orang yang statusnya lebih tinggi atau pangkat, dan dari orang dari pejabat atau tingkat yang lebih rendah, seperti dalam keadaan hati bahagia atau ketika hati marah.

Dengan demikian, makna Tawadhu (ا (ا لتَوَ ا ضُّعadalah sikap rendah hati atau, dengan kata lain, sikap yang tidak sombong dalam kaitannya dengan semua makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, terutama untuk manusia, terutama kepada Allah SWT.

Tawadhu ini adalah karakter yang berjasa dan mulia yang menjadi ciri orang-orang beriman atau orang beriman sejati. Kenapa mengatakan itu? karena menjadi rendah hati atau tawadhu adalah perintah Allah SWT. Seperti firman Allah Subhanahu wa Taal yang dicatat dalam Al-Qur’an Karim:

 arti tawadhu

Fakta bahwa kita rendah hati / tawadhu dalam hubungannya dengan seseorang berarti bahwa kita mematuhi siapa yang diperintahkan Allah kepada hamba-hamba-Nya. Arti yang berlawanan atau kebalikan dari kata dari tawadhu adalah takabur atau sombong.

Sifat sombong atau sombong ini adalah sifat yang dibenci Allah dan Rasulullah PAV, bahkan orang-orang pada umumnya juga, tentu saja, tidak menyukai orang yang memiliki sikat sombong.

Baca Juga :  Mad Farq

Tentu saja, jika kesombongan ini adalah sifat yang dibenci Allah dan Rasul-Nya, itu berarti bahwa Allah melarang kita semua untuk menjadi sombong / angkuh.

Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an mengatakan, Surat Al-Isra, ayat 37:

arti tawadhu

Ciri-Ciri Tawadhu

Tentu saja, mereka yang memiliki kualitas atau kuantitas terpuji adalah tawadhu, tentu saja, ada tanda atau karakteristik hubungan mereka dengan Tuhan dan semua makhluk yang Allah ciptakan, terutama di antara sesama manusia hablum minannas

Mengenai karakteristik atau kereteria tawadhu yang dijelaskan oleh Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam bukunya “Risalatul Muawana Val Mudhahara Val Muwazara”, hal. 148 c / d149, sebagai berikut:

Arti Tawadhu

Contoh Prilaku Tawadhu Kanjeng Nabi Muhammad ﷺ   

arti tawadhu

Kerendahan hati atau tawadhu dapat mengangkat seseorang ke tingkat yang tertinggi dan bahkan dihargai di masyarakat. Orang akan bangga jika dihargai orang lain. Sementara itu, kesombongan atau keangkuhan dapat menyebabkan orang lain tidak suka bahkan membenci.

Kerendahan hati adalah salah satu sifat Nabi, Rasul, sahabat Nabi, dan orang-orang yang benar. Salah satu contoh paling sederhana dari Rasulullah adalah rasul tidak mau dipuji atau disanjung secara berlebihan. Menurut hadits berikut:

Dari Umar bin Haab ke Radiallahu Anhu, ia berkata: “nabi muhammad ﷺ
.” pernah bersabda :

“Jangan terlalu menyanjung aku, karena orang Kristen terlalu memuji Yesus, putra Maryam Alayhi Salam. Saya hanya seorang hamba Tuhan, jadi panggil dia hamba Tuhan dan utusannya. “[H.R. Abu David]

Perilaku Tawadhu dalam keseharian

Seperti disebutkan di atas, orang-orang yang tawadhu memiliki tanda-tanda atau karakteristik yang akan muncul sebagai akibat dari tindakan dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari.


Tetapi Anda perlu tahu bahwa tawadhu ini dibagi menjadi dua, atau, dengan kata lain, karakteristik dari sikap tawadhu ini dibagi menjadi dua, yaitu, tawadhu terpuji dan tawadhu yang tercela.

Baca Juga :  Sifat Rosul


Lalu apa yang dimaksud dengan tawadhu terpuji dan tawadhu tercela? Lihatlah deskripsi berikut!

Tawadhu terpuji

Layak dipuji, Tawadhu adalah ketaatan dari hamba dengan Tuhannya (Allah SWT) dan tidak  memandang keatas dan juga tidak menyombongkan diri kepada hamba Allah yang lain. Adapun contoh perilaku tawadhu ini, seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

  • Tidak berlebihan, seperti dalam penggunaan perhiasan, makanan dan minuman
  • Senang duduk bersama atau bergaul dengan orang miskin
  • Tidak berusaha untuk menjadi terkenal
  • Rendah hati dan berperilaku yang baik;
  • Menurunkan nada suaranya 
  • Suka membantu kepada orang yang membutuhkan bantuan
  • Selalu menjunjung tinggi kebenaran dan siap menerimanya terlepas dari urusan duniawi, seperti status sosial atau pekerjaan dan jabatan.

Tawadhu Tercela

Tawadhu yang dibenci adalah tawadhunya seseorang kepada Allah SWT dengan keinginan atau maksud yang tidak baik agar dunia ada di sisinya. 


Contoh perilaku tawadhu tercela ini:

  • Bersikap sopan, tetapi disertai dengan niat buruk;
  • Tidak terlalu sering menggunakan properti atau lainnya karena takut diminta zakat atau dicuri;
  • membantu orang yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan hadiah dari orang lain atau orang yang mereka bantu. Dll Naudzubillah min dzalik.

Nah itulah tadi ulasan dari suhupendidikan.com mengenai arti tawadhu semoga kita semua terhindar dari perbauatan yang tidak baik atau tercela semoga bermanfaat dan kami ucapkan terima kasih.

Artikel Lainnya :